Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Cukai Rokok Segera Naik

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Ekonomi Kabar Nusantara , pada Sabtu, 7 September 2019 | 19:05 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah bakal menaikkan cukai rokok tahun depan. Dengan begitu bisa pasti harga rokok juga bakal naik. Namun, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan besarannya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, saat ini masih diskusi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai soal besaran tarif cukai.

“Belum selesai, masih proses ditimbang-timbang, diskusi sama BC (Ditjen Bea Cukai),” katanya di DPR Jakarta, Jumat (06/09/2019) dilansir detik.com.

Menurut Suahasil, pemerintah masih mengkaji sejumlah aspek dari penerimaan hingga imbas ke kesehatan.

“Bukan masalah berat, kita memikirkan dulu tetap seperti biasa menyeimbangkan antara aspek penerimaan, kesehatan, sekarang juga masyarakat perhatiannya sangat tinggi pada BPJS bebannya tinggi untuk pemeliharaan kesehatan,” jelasnya.

Ditanya soal usulan pengusaha, Suahasil menuturkan, banyak angka yang disampaikan. Dia tak membeberkan besaran rata-ratanya. Yang pasti, menurut Suahasil, pengusaha menimbang beban perusahaan.

BACA  Ini Dia Alasan Lansia Renta Belum Layak Divaksin Covid-19

“Tentu ingin beban usaha seminimal mungkin, tetap mendapat profit, tetap berusaha, kita timbang juga,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Suahasil menuturkan untuk objek cukai baru yakni plastik masih dalam pembicaraan dengan DPR.

“Pembicaraan saat ini adalah pemerintah meminta supaya plastik diperbolehkan sebagai barang kena cukai yang baru. Menurut undang-undang itu harus dengan persetujuan DPR, itu tahapan pembicaraannya,” tutur Suahasil.

Salah satu yang mendorong kenaikan cukai itu salah satunya pemerintah menetapkan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di 2020 menjadi 9 persen, naik dari usulan sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebesar 8,2 persen.

Selain itu tarif cukai rokok yang belum berubah dalam satu tahun ini juga menjadi alasan pemerintah. Sehingga kenaikannya nanti akan mempertimbangkan tidak berubahnya tarif cukai rokok di 2019.

BACA  Gelar Konsolidasi, Partai Emas Segera Mendaftar di Kemenkumham

Pemerintah sendiri menaikkan cukai rokok pada 2018 sebesar 10,04 persen. Sementara di 2019 tidak ada perubahan. Untuk kenaikan di tahun depan akan memperhitungkan tidak berubahnya cukai rokok tahun ini.

Kenaikan cukai rokok juga berdasarkan penetapan kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT) di 2020 menjadi 9 persen. Angka itu naik dari usulan sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebesar 8,2 persen.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi peningkatan ini dilakukan bertujuan mengurangi peredaran rokok ilegal.

“Dan diharapkan nanti bisa meningkatkan rokok yang legal. Karena tadi orang yang punya pilihan beli ilegal menjadi berkurang atau bahkan tak ada lagi,” kata Heru.

Heru menjelaskan, dengan adanya kenaikan penerimaan tersebut, maka tarif cukai juga harus dinaikkan. Sebab, tarif tersebut akan berkontribusi kepada penerimaan.

“Tarif itu nanti akan berkontribusi ke penerimaan karena penerimaan itu sebagai hasil dari persentase tarif cukai jika dikalikan dengan volume produksi karena dia spesifik ya. Karena itu akan terjadi kenaikan. Yang pasti akan ada kenaikan,” katanya.

BACA  Terus Menguat, Rupiah Berpeluang ke Level 14.200 Hari Ini

Meski begitu Heru belum mau merinci berapa jumlah kenaikan tarif cukai yang akan berlaku. Dia hanya mengatakan bahwa kenaikan yang akan diberlakukan akan lebih dari 10 persen.

“Itu akan ditentukan segera setelah ini dalam bentuk PMK. Kenaikan tarif dalam bentuk PMK. Iya double digit tapi angkanya belum. Iya (di atas 10 persen),” katanya.

Lebih lanjut Heru mengatakan masih akan membahas rencana ini dengan para pengusaha rokok. Yang pasti, kata Heru, pemerintah akan secepatnya menerapkan kebijakan baru ini.

“Masih ada rapat lanjutan. Ya kalau bisa secepatnya, ya kita kan normal normal aja,” tuturnya. (net)


Komentar