Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Pangan Terkendali, Warga Puji Pemerintah

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi Headline , pada Sabtu, 14 Oktober 2017 | 14:42 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Harga bahan pangan baik di Kota maupun Kabupaten Gorontalo hingga kini masih relatif terkendali. Bahkan, beberapa komoditi pangan yang sempat membuat gejolak pasca lebaran lalu saat ini pun jatuh.

Realisasi harga pangan di pasar tradisional saat ini dinilai sejumlah warga sudah sangat terkendali. Olehnya, warga pun memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah bekerja untuk mengendalikan harga bahan pangan.

“Sekarang harga di pasar memang masih murah-murah. Tapi itu memang sudah standarnya,” ungkap Nining Daud (34) warga Kelurahan Limba U2, Kota Selatan, Kota Gorontalo, kemarin, Jumat (13/10).

Dia berharap agar harga bahan pangan yang sudah terkendali ini bisa terus dipertahankan hingga akhir tahun nanti. Karena dengan harga bahan pangan yang terkendali maka daya beli masyarakat akan meningkat. “Tidak usah kasih turun lagi. Sekarang sudah lumayan bagus,” tambah Nining.

Hal serupa juga diungkapkan beberapa pengunjung pasar tradisional Limboto. Sri Rahayu Ali (29), warga Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, juga tidak menampik harga bahan pangan yang masih terkendali. Akan tetapi yang ditakutkannya, adalah gejolak harga pasca beberapa komoditi yang sempat anjlok.

“Sekarang memang masih stabil. Tapi biasanya akhir tahun ada powli yang mau naik,” kata Sri. Selain itu, turunnya harga pangan ini paling tidak diikuti dengan harga kebutuhan rumah tangga yang lain.

Pasalnya, kata Sri, tetap saja pengeluaran rumah tangga masih lumayan besar. “Harga listrik sekarang mahal sekali. Dulu saya beli token Rp 50 Ribu dapat 73 KwH. Itu habis hampir 2 minggu.

Sekarang, isi Rp 100 Ribu hanya dapat 67 KwH. Itu hanya cukup satu minggu. Jadi, sekarang biaya listrik saja setiap bulan sudah Rp 300 Ribu sampai Rp 400 Ribu. Itu baru listrik, belum yang lain-lain,” terang ibu rumah tangga ini.

Dia berharap agar kebutuhan rumah tangga lain juga bisa ikut diturunkan sehingga cita-cita untuk menguatkan daya beli masyarakat menjadi lebih baik.(axl/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar