Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Rempah-Rempah Mulai Turun

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 2 Juni 2016 | 14:14 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Bulan suci ramadan tinggal beberapa hari lagi. Harga rempah rempah pun berangsur mulai turun. Terutama untuk komoditi bawang merah dan tomat.

Sebagaimana pantauan Gorontalo Post di pasar tradisional, saat ini, harga bawang merah dibanderol oleh para pedagang Rp 40 ribu per kg, sementara harga sebelumnya dikisaran Rp 50-60 ribu per kg. Harga tomat Rp 6 ribu per kg dari Rp 8-10 ribu per kg. Harga tersebut memang masih cukup mahal, namun para pedagang yakin ketika stok ada, harga akan terus menurun.

BACA  Putusan Perkara GORR Inkrah, Karo Hukum: Tak Ada Kerugian Negara

Sementara itu, untuk komoditi rica, sebagaimana pantauan, harga di tingkat pedagang masih tinggi. Rica kini dibanderol Rp 50 ribu per kg. “Untuk rica yang saat ini masih belum turun, 1 kg kami jual Rp 45-50 ribu per kg, kalau setengah kg rata rata Rp 25 ribu,” ungkap Ijan, salah seorang pedagang yang diwawancarai Gorontalo Post di Pasar Selasa, kawasan Potanga (pasar mingguan).

BACA  Berkeliaran di Tempat Umum, ODGJ di Kota Gorontalo Perlu Ditertibkan 

Selain Ijan, Anton pedagang lainnya juga mengaku, harga rempah rempah sebagian belum bisa turun akibat stok ataupun pasokan yang diperoleh pedagang dari para petani maupun pemasok masih minim. “Katanya stok dibagi, ada yang dijual ke pelanggan mereka di Gorontalo dan ada yang dijual ke luar daerah, mislanya paling dekat Manado. Harga disana lebih bagus lagi,” ungkap Anton.

BACA  Salat Gerhana Bulan di Masjid Darul Arqam Gorontalo

Keduanya mengaku, meski harga Barito cukup mahal, permintaan Barito di masyarakat masih tinggi. “Masih banyak yang beli karena ini sudha jadi kebutuhan pokok untuk memasak. Cuman masyarakat lebih banyak beli eceran, misalnya Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu,” ungkap para pedagang pasar tradisional ini.(dan/hargo)


Komentar