Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harga Tomat Kembali Anjlok

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:08 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Sempat menjadi penyebab tingginya inflasi pasca lebaran ketupat, harga tomat di pasaran kembali jatuh ke dasarnya. Kemarin, tomat di pasar tradisional Limboto anjlok dengan harga terendah Rp 3.000 per Kg.

Para petani lokal khususnya di Kabupaten Gorontalo, mengaku mengalami kerugian karena anjloknya harga tomat. Sebelumnya, pada awal bulan Oktober ini harga tomat yang dijual petani kepada para pengumpul ataupun pedagang mencapai Rp 25 Ribu per tas isi 7 Kg. Kini, harganya turun drastis mulai Rp 18 Ribu hingga Rp 16.000 Ribu per tas. Anjloknya harga tomat ini disinyalir karena melimpahnya produksi tomat lokal dan kiriman dari petani lokal di luar wilayah Kabupaten Gorontalo.

BACA  Ketika Pedagang Nasi Kuning Ganti Menu Saat Ramadan

“Waktu awal bulan, harganya kira-kira masih Rp 3.500 per Kg. Sekarang, tinggal Rp 2.000 per Kg, bahkan ada masih ada yang tawar di bawah lagi,” ungkap Tude, salah seorang petani lokal di Limboto Barat, kemarin, Selasa (10/10).

Hal senada juga diungkapkan Angki, petani lainnya. Menurut dia, harga yang ada saat ini tidak berimbang dengan biaya produksi untuk penanaman tomat. Seperti biaya pupuk, biaya tanggung dan biaya lainnya.

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Kalau dihitung-hitung, kata Angki, bisa mencapai jutaan rupiah, “Kalau mau hitung-hitungan, satu pohon sampai Rp 3.000 biaya produksinya,” kata Angki. Meski pun mengaku rugi, tapi mereka tetap bersyukur dan bagaimana pun caranya menjual tomat itu ke pasaran. “Mau bekeng apalagi, kalau tidak di panen, lebih rugi lagi torang,” katanya.

Sementara itu, Kasim, salah seorang pedang barito (bawang, rica, tomat) di pasar tradisional Limboto mengatakan, turunnya harga tomat lantaran melimpahnya produksi tomat lokal dan besarnya kiriman tomat dari beberapa wilayah diluar Kabupaten Gorontalo. “Di Paguyaman, disana juga panen besar,” kata Kasim.

BACA  Pandemi, Pemilik Kos-kosan di Bone Bolango Berikan Diskon 

Pun elain tomat, harga rica juga turun drastis. Kemarin, harganya dijual hanya Rp 23 Ribu per Kg. Sama kasusnya dengan tomat, turunnya harga rica juga karena over produksi serta pengaruh intensitas hujan sebulan belakangan ini.(axl/hg)

 


Komentar