Kamis, 2 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hari Ini Puncak Fenomena Equinox, Suhu Gorontalo Tambah Panas

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 21 Maret 2018 Tag:
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Belakangan ini sengatan terik matahari terasa lebih panas dari biasanya. Bahkan, sesuai catatan stasiun meteorologi Djalaludin Gorontalo, suhu Gorontalo pada 16 Maret lalu mencapai 34,6 derajat celcius.

Apa yang terjadi ? Jawabannya, Gorontalo sedang mengalami fenomena Equinox. Sebuah peristiwa alam yang menyebabkan peningkatan suhu udara. Informasi ini sudah disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo dalam akun facebooknya.

Kenaikan suhu udara karena fenomena equinox disebabkan posisi matahari sedang berada dekat dengan equator (khatulistiwa). Posisi geografis Gorontalo yang dekat dengan equator menyebabkan sengatan terik matahari terasa lebih panas belakangan ini.

Grafis @ Gorontalo Post

Pada Rabu (21/3) akan menjadi puncak fenomena equinox. Sehingga suhu di Gorontalo akan terasa sangat panas dari biasanya. BMKG Gorontalo memperkirakan suhu udara pada hari ini berada di atas 35 derajat celcius.

Itu berarti Pengamat BMKG Gorontalo Miliana Dukalang mengatakan pada hari ini, seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Gorontalo akan mengalami fenomena Equinox.
Equinox merupakan fenomena astronomi , dimana Matahari mendekat di garis equator bumi dan melintasi garis katilistiwa. Menurut Milana, sejatinya Equinox bukan peristiwa baru. Hanya saja, kebanyakan masyarakat belum mengetahuinya.

Secara periodik, peristiwa Equinox berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret dan September. Saat fenomena tersebut berlangsung, di luar bagian bumi hampir relatif sama. Untuk Maret kali ini, Equinox diperkirakan akan terjadi selama dua hari. Yaitu Rabu, (21/3) s/d Kamis, (22/3) besok. Puncak Equinox pada hari ini akan terjadi pukul 11.54 Wita.

Saat Matahari tepat berada di atas kepala sehingga tidak terlihat bayangan benda yang disinarinya, ujarnya. Miliana mengatakan, fenomena Equinox bisa saja membuat suhu udara mencapai ambang maksimum.

Namun, pengaruhnya di bumi, tergantung dengan cuaca di setiap daerah. Jika kondisi cuaca di daerah tertentu relatif berawan, tentu suhunya tidak begitu terasa panas. Lain halnya bila cuacanya cerah, suhu akan terasa lebih panas.

Lantas bagaimana dengan cuaca Gorontalo esok,? Miliana belum bisa memprediksikan. Alasannya, data prediksi cuaca hari ini baru bisa terbit dini hari, pukul 00.00 WITA. Yang pasti, untuk Gorontalo sudah beberapa hari belakangan ini, suhunya mencapai 35 derajat celcius. Kemungkinan esok, lebih di atas dari itu, katanya saat diwawancarai awak media tadi malam.
Di Aceh, BMKG menghimbau warga untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

Karena dapat menyebabkan dehidrasi. Hal itu lantaran teriknya sinar matahari yang melanda provinsi itu beberapa pekan terakhir dan matahari yang berada tepat di garis khatulistiwa atau dikenal dengan fenomena hari tanpa bayangan.

“Kami perkirakan hari Rabu (21/3), posisi matahari tepat berada di garis ekuator (khatulistiwa). Pastinya semakin terik sinar matahari dan gampang dehidrasi,” tegas Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Blang Bintang, Zakaria, seperti dilansir tirto.com.

Peristiwa itu akan berdampak langsung bagi masyarakat di Aceh, seperti terasa panas yang menyengat. Oleh sebab itu di siang dan malam hari akan terasa gerah. “Lebih baik mereka (masyarakat) berada di dalam gedung atau rumah, demi hindari dehidrasi,” ujarnya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan hari tanpa bayangan terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa. Bagi warga yang hidup di dekat atau tepat di garis itu, maka matahari berada hampir tepat di atas kepalanya.

Kondisi ini mengakibatkan tidak ada bayangan terlihat dari tubuh kita sendiri pada saat tersebut. Hari lainnya di mana posisi matahari tepat berada di atas garis ekuator diperkirakan terjadi pada tanggal 23 September 2018. (and/net/hg)