Minggu, 17 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Harus Ada Inovasi Terkait Normalisasi Sungai di Kabupaten Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo , pada Sabtu, 9 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , , ,
  Salah satu sungai yang ada di Kabupaten Gorontalo saat banjir beberapa hari lalu. (Foto : Dok. HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO –  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menyarankan pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk lebih berinovasi dalam pelaksanaan normalisasi sungai yang ada di daerah itu.

Suharso Monoarfa mengatakan, kedepannya bantaran sungai tidak perlu dibenton karena hal tersebut justru akan mengakibatkan kerusakan parah jika terjadi arus yang disebabkan banjir di wilayah hulu.

“Sungai itu kedepan, hampir di beberapa Negara saya lihat sudah kembali ke alam, tidak perlu dibeton beton pinggirannya, justru harus dikasih tanaman,” kata Suharso Monoarfa usai meninjau salah satu sungai yang ada di Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Sabtu (09/10/2021).

Dirinya menyarankan pemerintah akan lebih inovatif dalam menangani pengikisan tanah oleh arus sungai. Sebaiknya, kata Suharso Monoarfa, sungai tersebut ditanami pohon atau tumbuhan yang dapat menahan pengikisan tanah oleh arus.

“Coba lihat sungai talumelito tadi, yang di sebelah ada pohon pohon, ada tanaman, itu tidak diterjang sama banjir. Tapi yang dimana ada perumahan, kemudian mereka bikin turap (dinding penahan) itu dihajar sama air,” kata Suharso Monoarfa 

Suharso Monoarfa menjelaskan, kerusakan di wilayah hulu sungai bisa berdampak negatif terhadap pemukiman masyarakat yang ada di wilayah hilir. Dirinya juga menyarankan agar pemerintah setempat lebih memperhatikan kondisi hulu sungai.

Selain itu, kata Suharso Monoarfa, pemerintah setempat juga harus mensosialisasikan terkait dampak negatif yang akan menimpa masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai.

“Masyarakat mesti diajarkan untuk menjauh dari bantaran sungai. Dan kemudian di hulunya harus dihijaukan kembali. Itu yang harus diajarkan kepada masyarakat,” terang Suharso Monoarfa. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar