Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hasil Lobi Idah, Gorontalo Kebagian 5.000 Reagen Kit dari BNPB

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 1 Mei 2020 | 22:35 WITA Tag: , , , , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (Tengah) didampingi sang istri Idah Syahidah (Kiri) dan Juru Bicara GTPP Covid - 19 Provinsi Gorontalo saat konferensi pers, Jumat (1/5/2020). (Foto : Istimewa)


Hagro.co.id GORONTALO – Anggota DPR RI Idah Syahidah terus membuktikan kepeduliannya terhadap Provinsi Gorontalo yang saat ini tengah melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Selain mendampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyalurkan bantuan bahan pangan ke daerah-daerah, Anggota Komisi VIII itu juga membagi-bagikan masker kepada masyarakat Gorontalo secara gratis.

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 di Gorontalo tak luput dari perhatian ketua PKK Provinsi Gorontalo itu. Hampir setiap malam, Idah membawakan makanan untuk pejuang di garda terdepan ini.

Terbaru, Idah Syahidah berhasil mendatangkan 5.000 reagen kit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Provinsi Gorontalo.

BACA  Diterima Hamim Pou, Pemkot Bitung Bantu Korban Banjir di Bone Bolango

Ini terungkap pada konferensi pers Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas Covid-19, Jumat (1/5/2020).

“Reagen kit kita butuhkan untuk pemeriksaan swab di laboratorium BPOM. Kita minta 2.000 langsung ke ibu Idah selaku aleg DPR RI komisi VIII yang menjadi mitra dari BNPB. Ibu Idah melobinya ke salah satu Deputi di BNPB yang merupakan teman kuliahnya di Bandung. Dan Allhamdulilah kita diberi 5.000 reagen kit. Makasih ibu Idah,” ungkap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

BACA  Baksos NKRI Peduli Rambah Sembilan Kecamatan

Rusli Habibie menjelaskan, pemeriksaan swab atau PCR di BPOM beberapa hari terakhir terhenti. Petugas kehabisan reagen kit yang biasa digunakan dalam pengujian. Alat ini menjadi sulit dibeli karena setiap negara bahkan daerah berebut untuk mendapatkannya.

Saat ini proses pengiriman reagen kit terkendala penerbangan pesawat. Selain tidak ada lagi penerbangan dari dan ke Gorontalo, alat itu tidak bisa terlalu lama di suhu panas.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Trianto Bialangi, M.Kes menjelaskan, meski laboratorium BPOM berhenti beroperasi sementara, namun Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap melanjutkan proses deteksi pasien yang terindikasi tertular virus corona.

BACA  Bersihkan Lumpur Sisa Banjir Bandang, Tim Gabungan 'Sisir' Kelurahan Ipilo dan Bugis

Caranya dengan mengirimkan spesimen ke Badan Litbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Hingga Jumat ini, ada 129 spesimen yang sudah dikirim dan menunggu hasilnya.

“Kita tidak mengirim ke Makassar karena tidak ada lagi penerbangan ke sana. Makanya spesimen yang ada kita kirim melalui Bandara Sam Ratulangi Manado ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta,” pungkasnya.(adv/rwf/hg)


Komentar