Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hasil Survei SMRC, 64 Persen Warga Inginkan Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 6 Desember 2020 | 19:05 WITA Tag: , , ,
  Direktur Riset SMRC, Deni Irvani


Hargo.co.id, JAKARTA – Ada yang menarik jelang digelarnya Pilkada serentak 9 Desember 2020. Yakni, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengeluarkan hasil survey bahwa 64 persen warga di Indonesia berharap berharap Pilkada serentak tetap digelar sesuai jadwal.

Namun, harus tetap sesuai protokol kesehatan yang ketat agar kepala daerah punya mandat dari rakyat. Hanya 28 persen yang menilai pemilihan daerah sebaiknya ditunda sampai keadaan Covid-19 terkendali dan kepala daerah ditunjuk oleh pemerintah.

Temuan itu dipaparkan Direktur Riset, Deni Irvani, saat mempresentasikan temuan survei nasional SMRC bertajuk ‘Kesiapan Warga Mengikuti Pilkada di Masa Covid-19’. Pemaparan ini disampaikan secara daring pada Ahad 6 Desember 2020.

Lanjut katanya, survei SMRC dilakukan pada 18-21 November 2020 melalui wawancara per telepon terhadap 1.201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2,9 persen.

BACA  Maklumat Kapolri tentang FPI Mengancam Tugas Utama Jurnalis

Survei SMRC menunjukkan bahwa warga pada umumnya (77 persen) merasa khawatir tertular Covid-19 jika Pilkada serentak tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

“Namun demikian, bila dihadapkan pada dua pilihan, jauh lebih banyak warga yang menginginkan Pilkada tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Agar kepala daerah punya mandat dari rakyat (64 persen), daripada ditunda sampai wabah Covid-19 terkendali dan kepala daerah ditunjuk oleh pemerintah (28 peren),” ujar Deni Irvani.

Menurut Deni Irvani, berdasarkan rangkaian survei SMRC, dukungan terhadap pelaksanaan pilkada 9 Desember 2020 terus meningkat. Pada survei 23-26 September 2020, yang mendukung adalah 51 persen. Namun pada survei 18-21 November 2020, angkanya menaik menjadi 64 persen.

BACA  Janji Jiwa Gorontalo, Penghasilan Meningkat Saat New Normal

Dukungan terhadap pelaksanaan pilkada langsung pada 9 Desember bervariasi terutama menurut usia, wilayah, dan kekhawatiran akan tertular Covid-19.

Dari segi usia, dukungan paling tinggi berasal dari warga yang berusia di atas 40 tahun (69 persen), dan paling rendah pada warga usia 21 tahun ke bawah (56 persen).

Dari sisi wilayah, dukungan yang lebih tinggi berasal dari warga di Sumatera (79 persen), dan paling rendah pada warga di Jateng+DIY (42 persen)

Survei SMRC juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kekhawatiran tertular Covid-19, semakin rendah dukungan terhadap pelaksanaan pilkada pada 9 Desember. Dukungan terhadap pelaksanaan pilkada pada warga yang tidak khawatir tertular Covid-19 mencapai 85 persen. Sedangkan pada warga yang sangat khawatir tertular Covid-19 dukungan tersebut hanya 51 persen.

BACA  Kominfo Minta Masyarakat Hati-hati Memilih Layanan Online

Survei nasional ini juga menunjukkan tingginya tingkat kesadaran (awareness) warga tentang rencana penyelenggaraan pilkada.

Di tingkat nasional, sekitar 79 persen warga tahu bahwa tanggal 9 Desember 2020 nanti akan diselenggarakan pilkada di sekitar 270 kabupaten/kota dan provinsi. Awareness adanya pilkada ini naik dari 64 persen di akhir September 2020 menjadi 79 persen dalam survei terakhir.

Sementara itu sekitar 91 persen dari warga yang tinggal di daerah pilkada tahu bahwa di daerahnya akan dilaksanakan pilkada pada 9 Desember 2020 nanti. (rilis/hg)


Komentar