Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Heboh, Karnaval TK Bercadar dan Bawa Senjata Mainan

Oleh Jamal De Marshall , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 18 Agustus 2018 | 21:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Warganet dihebohkan dengan beredarnya video karnaval siswa TK di Kota Probolinggo, Sabtu (18/08/2018). Video tersebut viral setelah adanya peserta yang disebut memakai pakaian serba hitam dan bercadar. Anak-anak polos itu juga menenteng senjata mainan.

Seperti yang dilansir oleh jawapos.com, salah satu pengunggah video karnaval tersebut adalah akun Facebook KataKita. Akun tersebut mengkritisi pakaian yang dikenakan peserta karnaval.

“Yakin Islam mengajarkan begini? Itu anak-anak lho udah diajari pegang senjata (meski mainan), berpakaian hitam, dan ditonton banyak orang. Silakan tanya psikolog, apa yang akan diperoleh atau ditanam ke anak-anak itu? Bandingkan dengan mainan perang-perangan sesama tetangga di rumah. Pantas 2030 Indonesia diramal bubar, bibitnya udah mulai tumbuh dari sekarang

BACA  7 Sikap Tegas Pemerintah Menyikapi Demo Tolak UU Cipta Kerja

Karnaval TK di Kota Probolinggo tadi pagi….

#Probolinggo” tulis akun tersebut.

Dikonfirmasi JawaPos.com melalui sambungan telepon, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal membenarkan kejadian tersebut.

“Tadi kami sudah panggil Kadiknas dan pihak Kodim untuk mengklarifikasi soal pakaian tersebut,” jelas Alfian.

Peserta yang mengenakan pakaian cadar serba hitam berasal dari TK Kartika V 69 Kodim 0820 Probolinggo. Dari hasil pertemuan tersebut, Alfian menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan maupun tindakan intoleran dari para peserta.

BACA  Siap-siap! Pemerintah Segera Keluarkan Aturan Blokir Medsos

Alfian menambahkan, tema karnaval adalah tentang kebudayaan.

“Jadi mereka (TK Kartika V 69, Red) cuma berusaha memanfaatkan properti yang sudah ada. Pakaian dan mainan senjata itu sudah lama mereka miliki. Kemudian dimanfaatkan untuk karnaval,” tambah alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 tersebut.

Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Probolinggo telah meminta maaf atas kesalahpahaman tersebut.

“Mereka tidak bermaksud untuk intoleran. Semuanya sudah klir,” lanjutnya.

Karnaval sendiri diadakan untuk menyambut HUT ke-73 RI. Karnaval berlangsung mulai pukul 07.00 WIB. Alfian menyebut total seluruh peserta berjumlah 158 orang se-Kota Probolinggo.

BACA  Media Bertanya, Doni Monardo: Puluhan Juta Orang Tak Percaya Covid-19

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu mengakui bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin karnaval. “Kami hanya membantu pengamanan saja,” tuturnya.

Alfian mengimbau agar masyarakat tidak larut dalam perdebatan di media sosial. Permasalahan atribut siswa TK Kartika V 69 yang dianggap sebagai identitas teroris sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Tidak ada maksud tertentu, hanya memanfaatkan kostum yang sudah ada. Kami imbau agar semua masyarakat tenang. Masalahnya sudah selesai,” tegas Alfian. (did/ce1/JPC)


Komentar