Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hendak ke Pesta, Satu Keluarga Terjun ke Jurang

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 27 Juli 2017 | 11:09 WITA Tag: , , , , ,
  


PULUBALA Hargo.co.id – Ini menjadi pelajaran bagi para pengendara kendaraan khususnya yang melakukan perjalanan jauh. Selain harus berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya, juga tidak banyak melakukan aktivitas lain yang membuat fisik kita menjadi lelah dalam perjalanan.

Seperti yang dialami Nolix F Dalisang (41) bersama keluargannya yang berniat ingin menghadiri pesta pernikahan saudaranya di Sangir Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Mobil minibus Toyota Avanza yang dikemudikan Nolix F Dalisang malah terjun bebas di salah satu anak sungai di Desa Mulyonegoro, Pulubala, Kabupaten Gorontalo, kemarin, Rabu (26/7). Beruntung, Nolix bersama keluarganya selamat dalam kecelakaan tunggal itu meski mengalami luka-luka.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup hargo.co.id), insiden kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Bermula ketika Nolix bersama keluarganya, masing-masing isterinya, Rachmawati (43); putrinya, Triyana (9); dan seorang pengasuh yang juga masih keluarganya, Sutria (25).

Mereka sekeluarga ini berangkat dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), menuju Bitung dan kemudian ingin menyebrang ke Sangir Talaud. Tiba di wilayah Kecamatan Pulubala, Nolix yang mengemudikan Toyota Avanza dengan nomor polisi DN 383 VB ini awalnya mengekor di belakang sebuah truk.

BACA  Sisiana Tuamaji Nahkodai Kohati Cabang Gorontalo Periode 2021-2022¬†

Maklum, kondisi jalan trans Sulawesi di wilayah Pulubala yang berkelok-kelok itu cukup berbahaya. Nolix yang kemungkinan belum menguasai medan atau seluk beluk jalan trans Pulubala ini tidak menyadari ada tikungan tajam di depannya.

Saat mobil truk di depannya mengubah arah, Nolix pun kaget dan tak sempat mengubah arah. Akhirnya mobil Avanza yang dikemudikannya terjun ke salah satu anak sungai di Desa Mulyonegoro.

Saat itu, kondisi mobil Avanza di sungai yang berbatu itu ringsek dan dengan posisi mobil terbalik. Ketik menyadari mobil terbalik, Rachmawati sempat histeris lantas membuka paksa pintu depan dan berusaha keluar dengan sekuat tenaga.

Setelah berhasil keluar, Rachmawati bersama suaminya Nolix membantu putrinya, Triyana dan Sutria keluar dari mobil. Tak lama kemudian, warga sekitar dan sejumlah pengendara pun berusaha membantu satu keluarga ini.

BACA  Kerja Sama Pemda Gorut dan Pohuwato Dapat Apresiasi Dari Sekdaprov Gorontalo

Saat itu, bagian kepala Rachmawati terus mengeluarkan darah segar yang diduga kuat karena benturan dengan kaca mobil saat kecelakaan tersebut. Sementara Nolix dan anaknya pun mengaku trauma sembari menahan sakit di beberapa bagian tubuhnya.

Dari keterangan Nolix kepada Gorontalo Post (grup hargo.co.id), bahwa mobil yang dikemudikannya tidak dalam kecepatan tinggi mengingat posisinya sedang berada di belakang truk. Namun, diakuinya, dia tidak menyadari kalau di depannya ada tikungan sehingga kejadian itu tak dapat dihindari. “Saya tidak laju, karena di depan saya ada truk juga. cuman yaah, namanya musibah, tidak ada yang tahu ‘kan pak,” ungkap Nolix saat ditemui di TKP.

Dia juga yakin bahwa dirinya tidak dalam keadaan mengantuk. Karena, dalam perjalanan dari Palu, dia bersama keluarga sudah beberapa kali singgah untuk beristirahat. “Kalau mo dibilang mengantuk, tidak juga.

BACA  Jelang JMSC, Sejumlah Tim Mulai Lakukan Uji Coba

Soalnya saya dengan keluarga banyak sekali singgah-singgah, di Marisa sekitar jam 4 subuh sampai jam 6 saya singgah di SPBU, terus di Tilamuta saya singgah makan sekalian mandi sekitar jam 9 dan jalan lagi jam 10. Pas sampe mobil jatuh itu sekitar jam 11,” tutup Nolix.

Terpisah, Bripda Frisky Andika Pakaja, anggota Sat Lantas Polres Gorontalo mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Kapolsek Pulubala bahwa telah terjadi kecelakaan di ruas Jalan Trans Sulawesi Desa Mulyonegoro. “Kami langsung turun ke TKP untuk mengecek kondisi para korban, mengingat kondisi mobil rusak parah,” ungkap Frisky.

Dari kejadian ini, mobil yang sempat tertahan lama di dasar sungai itu menjadi tontonan warga yang melintas di jalan Trans Sulawesi Desa Mulyonegoro dan mengambil kesempatan untuk mengabadikannya di kamera ponsel mereka. Bahkan, ada yang sempat mengunggahnya ke akun sosial milik mereka. Selang beberapa jam, mobil derek pun datang untuk mengevakuasi bangkai mobil tersebut.(tr-56/hg)


Komentar