Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hewan Lepas Picu Lakalantas

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 22 November 2016 | 11:50 AM Tag: , ,
  

 

Hargo.co.id PAGUYAMAN – Kesadaran masyarakat di wilayah Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boelamo untuk mengikat atau mengkandangkan ternak peliharan mereka sangat minim.

Hewan pelihara dibiarkan berkeliaran bebas. Kondisi itu tidak saja mengancam tanaman warga, tapi terkadang sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di ruas jalan Raya Paguyaman.

Berdasarkan pantauan Gorontalo Post, Senin, (21/11) sekitar pukul 15.00 wita nampak kawanan ternak sapi berkeliaran bebas di ruas jalan trans Sulawesi Desa Wonggahu.

Sesekali pengendara harus mengurangi kecepatan kenderaan saat sapi mulai menyeberangi jalan satu persatu.

Kondisi itu membuat pengendara ektra hati – hati melintasi kawanan sapi yang berada di poros jalan trans sulawesi.

Dari penuturan warga setempat jika hewan lepas sapi sering menjadi pemicu kecelakaan arus lalu lintas, sebagaimana disampaikan Darno Oli’i warga setempat bahwa hewan yang dilepas oleh pemiliknya sering menjadi pemicu masalah, pasalnya hewan lepas berupa sapi dan kambing bukan sekedar merusak tanaman warga, tetapi lebih dari itu menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi kecelakaan dahsyat di depan rumah saya, kerana pengendara dengan kecepatan tinggi tiba – tiba se ekor sapi menyeberangi jalan. Maka pengendara menabrak hewan tersebut, akibatnya pengendara mengalami luka dan kenderaannya terbakar,” jelasnya.

Lanjut kata Darno Oli’i bahwa persoalan hewan lepas tidak bisa dibiarkan begitu saja, melainkan butuh keseriusan dari pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk menertibkan hewan lepas sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) yang sudah disahkan.

“Terkait dengan hewan lepas ada Perdanya, sehingga Perda ini harus dilaksanakan dengan baik untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya. (Tr-30/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar