Senin, 26 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hibah Lahan Mulai Dibahas, Bandara Djalaludin Bakal Bertaraf Internasional

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Rabu, 2 September 2020 | 23:07 WITA Tag: ,
  Suasana pembahasan lahan hibah untuk pengembangan Bandara Djalaludin antara Pemprov Gorontalo dengan TNI/AU, Rabu (2/9/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Bandara Djalaludin akan dijadikan sebagai bandara bertaraf Internasional. Untuk mewujudkan rencana itu, Pemprov Gorontalo mulai membahas hibah lahan pengembangan bandara yang terletak di Kabupaten Gorontalo itu dengan TNI AU, Rabu (2/9/2020) di Mabes TNI AU, Jakarta.

Lahan seluas lebih kurang 130.600 M2 milik TNI AU itu bakal dihibahkan untuk kebutuhan pengembangan Bandara Djalaludin.

Pada pertemuan itu, Pemprov Gorontalo diikuti oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Sekretaris Daerah Darda Daraba, Asisten Bid. Ekonomi dan Pembangunan Sutan Rusdi, Kadis Perhubungan Jamal Nganro dan Kaban Keuangan Huzairin Roham. Hadir juga Kepala Bandara Djalaluddin Ben Adisurya dan perwakilan dari Kemenhub RI.

BACA  Gubernur Salurkan Bantuan Kementerian PPA

Sementara, pihak TNI AU diikuti oleh Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak (BTBAU) Marsekal Pertama TNI Bowo Herutomo, Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel (Pnb) Abram Robert A. Tumanduk, Aslog Kaskoopsau II Kolonel (Tek) Nyoman Suryawan.

“Cita-cita kita menjadikan bandara Djalaluddin sebagai bandara internasional untuk mewujudkan Embarkasi Haji Penuh dan mendukung akses pariwisata mendunia. Syaratnya landasan pacu harus diperpanjang menjadi 3000 meter x 45 meter dan penambahan runway strip. Begitu juga dengan infrastruktur pendukung lainnya. Makanya kita butuh lahan milik TNI AU ini,” ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

BACA  Bahas Program Kerja, Sekda Kabgor Ikuti Rakornas Forsesdasi Lewat Vidcon

Sebagai gantinya, Pemprov Gorontalo akan menghibahkan lahan di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara kepada TNI AU. Tanah seluas lebih kurang 71.891 M2 itu dibutuhkan TNI AU untuk pengembangan Lanud Sam Ratulangi.

“Sambil menunggu proses hibah lahan selesai, maka untuk sementara kita sepakati perpanjangan pinjam pakai dulu. Lahan di Gorontalo dipinjam-pakaikan ke kita, begitu juga sebaliknya dengan lahan kita di Minahasa Utara ke TNI AU,” imbuhnya.

Gubernur Rusli dikenal getol memperjuangkan pengembangan bandara Djalaluddin. Setelah sukses membangun bandara baru melalui dana APBN, ia mengupayakan peningkatan status menjadi bandara internasional.

BACA  Pemda Wajib Karantina Pasien Covid-19 Kategori OTG

Selain untuk mendukung embarkasi haji penuh, bandara internasional juga membuka akses transportasi udara bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Gorontalo secara lebih cepat dan lebih mudah. Misi Gorontalo mewujudkan pariwisata mendunia bisa terwujud.

Posisi Gorontalo cukup strategis sebagai daerah penopang pariwisata Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang lebih dulu populer. Keduanya memiliki wisata laut Bunaken dan Pulau Togian yang menjadi destinasi favorit wisatawan asing.(adv/rwf/hg)


Komentar