Friday, 17 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hikmah Puasa Bagi Kesehatan Menurut Dokter Aloei Saboe

Oleh Berita Hargo , dalam Persepsi , pada Wednesday, 28 April 2021 | 04:05 AM Tags:
  DR. Dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N

Oleh: DR. Dr. H. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N 

Pendahuluan

DALAM Islam, ibadah puasa yang disyariatkan Allah dalam Alqur’an, selain bermanfat meningkatkan derajat orang beriman menjadi orang bertakwa, juga membawa dampak positif bagi kesehatan. Dalam QS.Abaqarah ayat 184, Allah SWT berfirman:”dan puasa itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.

Bahkan dipertegas lagi oleh rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Thabrani: “Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat”. Secara empiris, puasa telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

Menurut World Health Organization (WHO), badan kesehatan dunia dibawah Perserikatan Bangsa-bangsa, yang dimaksud dengan sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari jasmani, rohani dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup secara produktif secara sosial dan ekonomis.

Berdasarkan definisi di atas, maka seseorang dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sehat pada tiga domain, yaitu jasmani, rohani dan sosial. Jika satu dari tiga domain tidak terpenuhi, maka seseorang belum bisa dikatakan sehat dalam artian yang sebenarnya.

Secara empiris, puasa telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jasmani, rohani dan sosial. Sebagai seorang cendekiawan muslim, Dokter Aloei Saboe telah melakukan pengkajian tentang manfaat puasa dalam tinjauan kedokteran. Hasil kajian beliau tersebut dituangkan dalam buku yang berjudul ”Hikmah Kesehatan Dalam Puasa”. Buku setebal 94 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Al-Ma’arif Bandung di tahun 1988 ini memuat manfaat ibadah puasa dan dilengkapi dengan pendapat ilmiah yang disampaikan oleh sejumlah pakar kedokteran dari mancanegara yang justru tidak beragama Islam.

Menurut Dokter Aloei Saboe, puasa adalah suatu amal sekaligus latihan untuk memperoleh sifat ketaatan tertinggi yang akan mendatangkan pahala kelak di akherat. Bila dikerjakan dengan penuh kesempurnaan, puasa juga akan membawa efek langsung dalam kehidupan khususnya kesehatan manusia baik dilihat dari aspek jasmaniah, rohaniah dan sosial kemasyarakatan.

Hikmah Puasa Aspek Jasmaniah

Dokter Aloei saboe mengutip sejumlah hasil penelitian dari luar negeri yang menunjukkan manfaat puasa dari aspek kesehatam jasmani. Penelitian yang dilakukan CM.Mc Cay dari Cornel University serta A.J. Carlson dan F.Hoelzel dari University of Chicago menunjukkan bahwa binatang percobaan seperti anjung dan tikus yang dipuasakan dengan cara 1 hari diberi makan dan sehari tidak atau yang tidak diberi makan dalam 3 hari, ternyata 30-50% bisa hidup lebih lama dibandingkan binatang yang diberi makan setiap hari. Pada binatang yang diberi makan setiap hari, sesudah 650 hari mati semuanya. Sementara pada binatang yang dipaksakan berpuasa semuanya mati setelah 950 hari. Didapatkan pula hasil bahwa binatang yang dipuasakan tidak terserang radang paru atau tumor ganas.

Diriwayatkan pula kisah tentang seorang bangsawan Italia bernama Cornaro (1464-1566). Saat berusia 40 tahun, beliau dinasehati dokternya untuk mengubah pola hidup dari makan berlebihan dengan kebiasaan berpuasa agar tidak mati dalam waktu yang singkat. Hasilnya bangsawan tersebut bisa hidup sampai mencapai umur 102 tahun. Pemimpin besar India, Mahatma Gandi, selama hidupnya menganjurkan kesederhanaan hidup dan puasa berkala. Dengan menerapkan pola hidup seperti itu, Mahatma Gandi bisa mencapai umur lebih dari 80 tahun dalam keadaan sehat hingga wafatnya tertembak oleh pemuda India.

Dokter Aloei Saboe juga mengutip pernyataan ilmiah sejumlah ilmuwan luar negeri. Diantaranya Profesor dr.Kotschau menyebutkan bahwa obat yang paling tepat dan mujarab bagi seorang penderita penyakit adalah pengaturan makanan lewan berpuasa. Melalui puasa akan terjadi pengeluaran zat racun yang disebabkan oleh senyawa kimia dan mineral seperti nicotine, bismuth, arsenik, dan lain-lain.Pada saat berpuasa, selaput lendir dari saluran pencernaan seperti usus besar, usus halus, usus 12 jari termasuk selaput lendir dari saluran pernapasan akan mengeluarkan banyak lendir dan dahak yang kesemuanya akan menyehatkan tubuh. Demikian juga dengan penguapan melalui kulit dan udara yang dikeluarkan lewat pernafasan akan menyegarkan tubuh. Prof.dr.Mahnert dari Munchen Hospital juga menyampaikan bahwa puasa merupakan cara yang terbaik untuk menghindarkan dan mengobati penyakit gula (Diabetes Melitus).

Berdasarkan sejumlah hasil riset dan bukti ilmiah tersebut maka dalam dunia kedokteran dikenal istilah ”puasa pengobatan” atau Medicamenteuse Vasten. Konsep puasa pengobatan ini telah diterapkan di Klinik Belvedere di Lotharigen, Swiss oleh Dokter Bertoliet. Setiap pasien yang berobat di klinik ini akan menjalani puasa mininal 21 hari, rata-rata berpuasa 30-40 hari dan bila penyakitnya agak berat puasa bisa dilakukan sanpai 50 hari. Pasien hanya diberi air dan makan sedikit-sedikit seperti air teh tanpa gula, buah-buahan dan sayuran. Pengobatan dengan cara berpuasa seperti ini dapat menyembuhkan sejumlah penyakit diantaranya bronkhitis, asma bronkhiale, ginjal, gangguan saraf dan beberapa penyakit lainnya. Termasuk penyakit pada saluran pencernaan seperti stomatitis, gangraenosa, gastritis akut, gastritis kronis dan colitis ulcerosa. Yang tidak diperbolehkan melakukan puasa pengobatan adalah penderita TBC (Tuberkulose) dan Lanjut Usia.

Hikmah Puasa Aspek Rohaniah

Menurut Dokter Aloei Saboe, manusia yang beragama selalu berusaha menyembah Tuhan, membersihkan jiwa, mendidik perasaan, menghidupkan hati,dan mempertinggi derajat budi. Seseorang yang berpuasa berusaha menjauhkan diri dari kesenangan jasmani berupa makan, minum dan berhubungan seksual dalam waktu yang ditentukan. Seorang yang berpuasa juga berupaya menjauhkan diri dari perkataan yang kurang patut maupun pikiran yang tidak senonoh. Pada hakekatnya makan, minum dan hubungan seksual merupakan kebutuhan dasar manusia (Basic Needs). Tetapi orang yang berpuasa dengan sadar dan senang hati meninggalkan semua itu. Dia membuat jarak antara dirinya dengan keperluan jasmaninya, dia membangun sekat antara dirinya dengan kebutuhan dasarnya tersebut. Seorang yang berpuasa sedang berusaha melatih dirinya untuk menguasai kebutuhan alamiah itu demi mencapai ketinggian rohani. Inilah gambaran manusia berpuasa yang tidak ingin menjadi kuda tunggangan nafsunya tetapi justru menguasai nafsu untuk mencapai ketinggian rohani.

Dokter Aloei Saboe menyatakan bahwa pikiran yang waras adalah yang berjalan di antara akal dan nafsu. Akal terletak di atas, nafsu terletak di bawah dan pikiran terletak di tengah. Kalau pikiran telah condong ke bawah, renggang ke atas, alamat manusia tersebut celaka. Sebaliknya jika pikiran rapat ke atas dan renggang ke bawah, alamat manusia tersebut akan selamat. Kecenderungan ke atas akan membawa kemaslahatan dan kecenderungan ke bawah akan membawa kemudaratan hidup. Inilah yang disebut perang antara akal dan nafsu yang setiap saat berkobar di dalam diri manusia. Perjuangan nafsu ialah perjuangan batin dan kitalah yang menjadi medan peperangannya.

Hikmah Puasa Aspek Sosial

Menurut Dokter Aloei Saboe, segi kemanusiaan dan sosial tercakup pula dalam ibadah puasa. Prinsip ajaran puasa adalah mendidik dan melatih manusia untuk dapat merubah sikap yang kasar menjadi halus dan bermoral, bersikap kasih sayang dan welas asih terhadap orang yang lemah serta bersikap hormat terhadap yang lebih tua. Puasa juga membentuk sikap mental manusia agar selalu berusaha maksimal mematuhi larangan Allah berupa makan, minum dan hubungan seksual sejak imsak sampai dengan waktu berbuka, inilah yang disebut self dicipline. Dengan mematuhi peraturan Allah, maka dengan sendirinya akan membentuk mental attitude yang mulia, mempertinggi kekuatan pribadinya seperti keihlasan kejujuran dan rasa tanggung jawab serta akan memantulkan sifat sabar dan sikap waspada untuk memperoleh ketangguhan pribadi selaku manusia yang bertakwa.

Dokter Aloei Saboe mengutip pendapat Hipocrates yang menyatakan bahwa tubuh manusia adalah makhluk yang tidak bisa diceraikan berdasarkan ilmu urai. Antara jasmani, rohani dan sosial tidak dapat dipisahkan karena mereka merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam penyembuhan penyakit pun, harus memperhitungkan adanya kesatuan itu. Rasulullah SAW juga menyatakan bahwa apabila ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut sakit. Jadi jelaslah bahwa penyakit yang diderita di salah satu tubuh mengakibatkan sakitnya seluruh tubuh tidak sekedar jasmani saja,maupun semata-mata rohani atau sosial saja. Olehnya berdasarkan prinsip itu, maka dalam memberikan terapi pengobatan, tidak hanya di bagian tubuh yang sakit, tetapi seluruh tubuh akan diobatinya. Konsep pengobatan seperti itu tercakup dalam ibadah puasa.
Menurut Dokter Aloei Saboe, untuk memperoleh manfaat ibadah puasa dalam menyehatkan jasmani, rohani dan sosial manusia, maka ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan ibadah puasa yaitu ”Iman dan Ihtisab”. Dengan dasar iman, seseorang yang berpuasa akan mencapai derajat tertinggi yaitu takwa. Hanya orang yang berimanlah yang mampu dan sanggup berpuasa. Ketakwaan yang tidak didasari oleh keimanan adalah ketakwaan semu. Dengan ihtisab yang artinya mengharapkan keridhaan Allah, maka setiap larangan dan ajaran Allah akan dipatuhinya.Ia yakin dan percaya bahwa apa yang dikerjakan dan dilakukannya itu adalah didikan baginya untuk menjadi manusia muttaqien.

Dari uraian yang dipaparkan oleh Dokter Aloei Saboe dalam bukunya tersebut, terlihat dengan jelas bahwa ibadah spuasa memberikan manfaat kesehatan bagi pelakunya. Impact yang diperoleh dari puasa tidak hanya bersifat keampuhan jasmani dan keluhuran rohani semata tetapi juga impact sosial, materi dan tanggung jawab kemasyrakatan. Ibadah puasa merupakan guru utama untuk dapat dijadikan sebagai pola hidup dan kehidupan yang mencakup berbagai masalah di dunia dan akherat. Semoga ibadah puasa kita akan menyehatkan tubuh kita sekaligus mengantarkan ke derajat takwa. Amien!

 

*) Penulis adalah Dosen Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Gorontalo

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar