Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hingga 31 Mei, DPPKB Lakukan Pendataan Keluarga 

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Jumat, 16 April 2021 | 12:05 WITA Tag:
  Kepala DPPKB Gorontalo Utara, dr. Wardana M Harun


Hargo.co.id, GORONTALO –  Saat ini, tengah dilakukan Pendataan Keluarga (PK) yang secara serentak itu dimulai pada 1 April dan berakhir nanti pada 31 Mei 2021. PK ini dilakukan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Gorontalo Utara (Gorut).

PK merupakan kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, keluarga berencana, pembangunan, keluarga dan data anggota keluarga yang dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah secara serentak tiap 5 tahun sekali melalui kunjungan dari rumah ke rumah. 

Kepala DPPKB Gorontalo Utara, dr. Wardana M Harun, mengungkapkan, pendataan kali ini menggunakan dua metode. Yakni, secara paper base (offline) dan sistem online. Hingga 7 April 2021 kemarin, untuk PK di Gorontalo Utara, berdasarkan pelaporan lewat sistem, telah mencakup sebanyak 1.457 Kepala Keluarga (KK) dari total kurang lebih 37.000 KK. 

“Untuk pendataan dengan metode offline atau paper base, masyarakat didata dengan mengisi formulir yang dibawa petugas. Sementara pendataan lewat sistem online dilakukan dengan smartphone. Di mana, data yang disampaikan masyarakat akan langsung diinput ke sistem yang telah disiapkan,” jelas Wardana. 

Sementara petugas yang melakukan pendataan, adalah petugas Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD. 

“Untuk jumlah petugas, Alhamdulillah semua telah siap. Karena dari 123 desa dan 300 lebih dusun yang ada, semua ada petugas PPKBD dan Sub PPKBD,” imbuhnya. Meski begitu, Wardana mengaku, saat pendataan, banyak kendala yang dihadapi petugas di lapangan. 

“Kendala utamanya, data tidak dinamis. Dan itu permasalahan kita di Indonesia, karena memang tidak didukung sistem yang memadai,” ungkapnya. 

Ia mencontohkan, misalnya data bayi yang telah diimunisasi tahun 2020 dan tahun 2021 tentu berbeda. Termasuk, pindah tempat tinggal, meninggal dan status yang berubah. Belum lagi saat akan diinput di sistem, wilayah yang didatangi tidak terjangkau koneksi internet. 

“Selain itu, kendala keluarga yang tidak bisa ditemui. Makanya, pendataannya kita bagi, ada yang pagi hari dan ada yang didatangi siang hari, sore dan bahkan malam hari, disesuaikan dengan kesiapan masyarakat, itu sendiri,” terangnya. 

Oleh sebab itu, untuk meminimalisir permasalahan saat pendataan, mantan Kepala Dinas Kesehatan Gorut ini menghimbau, agar kiranya masyarakat dapat proaktif dan mendukung demi suksesnya pendataan keluarga tahun 2021 ini. 

“Pendataan ini hanya 5 tahun sekali. Untuk itu, perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya juga sudah ada himbauan dari Pak Bupati ke setiap camat dan seterusnya dikoordinasikan hingga ke desa dan dusun,” tandasnya. (abk/adv/hargo)

BACA  Tanduk Rusa Tombulilato, Tanaman Endemik dari Pesisir Utara Gorontalo 

Komentar