Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hiu Paus Kembali, Warga Wajib Khawatir

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 6 Oktober 2016 | 12:59 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kehadiran seekor hiu paus di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango pada Senin lalu (3/10).

Menjadi sebuah harapan besar masyarakat sekitar untuk kembali bersemangat dalam mengelola tempat wisata baru itu.

Namun, tak bisa dipungkiri, di balik kegembiraan yang ada, muncul kekhawatiran di masyarakat akan kembali hilangnya hiu paus di Gorontalo yang menyebabkan pendapatan masyarakat menurun.

Sebagaimana diketahui, hilangnya hiu paus di perairan Botubarani pada pertengahan Agustus lalu, telah berdampak pada iklim usaha di masyarakat sekitar, terutama mereka para nelayan, pemilik rumah makan dan sejumlah jasa lainnya.

BACA  Dicanangkan Gubernur, Pelaksanaan PPKM Mikro di Pohuwato Mulai Berlaku

Dulunya, banyak nelayan yang menyewakan perahu untuk digunakan oleh para wisatawan yang ingin melihat lebih dekat hiu paus.

Namun, ketika hiu paus menghilang, selain digunakan untuk menangkap ikan, para nelayan kembali mencari pendapatan sampingan dengan menyewakan perahu untuk para pemancing, yang tentunya pendapatannya begitu berbeda dengan penyewaan untuk para wisatawan hiu paus.

BACA  Diresmikan Gubernur, Mobil Laboratorium untuk Gorontalo Mulai Beroperasi

“Semenjak hiu paus minggat, sekarang nelayan di sini sekedar memanfaatkan sewa perahu di waktu siang hari pada pemancing, ” ujar Salim, salah seorang nelayan sekitar.

Perginya hiu paus, menurut Salim, nelayan merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

Sebab selain menggantung pada sumber pencarian dari berlayar, para nelayan memperoleh tambahan rezeki dari jasa penyewaan perahu bagi wisatawan.

BACA  Pemprov Gorontalo Gelar Vaksinasi Khusus Pengemudi Bentor dan Ojol

Salim mengungkapkan, saat ini, setiap hari pendapatannya dari melaut hanya dikisaran Rp 150 ribu saja, namun saat hiu paus masih ada, jauh lebih besar dari itu.

“Kalau ada hiu paus pendapatan bisa sampai Rp 500 ribu, kalau pas libur sampai sejuta ada,” ungkapnya yang diamini oleh para nelayan lainnya. (csr/tr-48/hargo)


Komentar