HIV/AIDS di Gorontalo Renggut 173 Nyawa, Ini Datanya

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Ancaman human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS) di Gorontalo mengkhawatirkan.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, jumlah penderita yang terdeteksi setiap tahun meningkat, pada 2018 jumlah warga Gorontalo yang terinfeksi HIV/AIDS mencapai 435. Tahun ini, hingga september 2019 sudah terdeteksi 521 penderita, 173 diantaranya meninggal dunia. Angka ini diprediksi meningkat, bahkan lebih tinggi.

“Ini merupakan fenomena gunung es, perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel, saat peringatan hari aids se dunia, tingkat Provinsi Gorontalo, di halaman rumah jabatan gubernur, Ahad (01/12/2019).

Setiap 1 Desember, memang menjadi peringatan hari aids se dunia. Menurut Sukril, jika melihat fenomena gunung es, yang hanya nampak bagian kecil daripada yang tidak nampak, dengan angka yang terdetksi, maka penderita yang terdeteksi hanya ada kurang lebih 10 persen, 90 persen merupakan penderita yang tidak terdeteksi.

Ia berharap, masyarakat bisa suka rela memeriksakan diri, untuk mengetahui terpapar virus hiv atau tidak. Hiv merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel T, salah satu bagian sel darah putih.

Sel T berperan dalam sistem kekebalan tubuh ketika ada kuman patogen yang masuk ke tubuh. Sel ini ibarat alarm dan pendeteksi yang akan memperingatkan ketika ada virus dan bakteri yang masuk ke tubuh. ‘Alarm’ ini berfungsi untuk mengenali virus jahat dan mencatat solusi untuk mengenyahkannya. Ketika sel T rusak, “alarm” tidak berfungsi, tubuh jadi tidak mampu mengenali virus dan bakteri yang masuk.

Dikutip tirto.id, dr.Adyana Esti, tenaga medis klinik Angsamerah Jakarta, menyampaikan ada yang sering salah kaprah menganggap HIV dan AIDS adalah sama, padahal itu adalah dua hal yang berbeda.