Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



SAH, Marten Taha-Thomas Mopili Diusung Golkar di Pilwako-Pilkada Gorut

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Rabu, 4 Oktober 2017 | 12:21 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Langkah dua kader Golkar untuk bisa tampil di Pilkada 2018 masing-masing Ketua Golkar Kota Gorontalo Marten Taha  Ketua Golkar Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Thomas Mopili bakal mulus.

Melalui rapat pleno tim pilkada DPP yang berlangsung di Jakarta dan dihadiri pengurus DPD I Golkar Gorontalo, Senin (2/10), Marten Taha diputuskan sebagai Calon Walikota yang akan diusung Golkar pada pemilihan walikota-wakil walikota (Pilwako) Gorontalo 2018.

Begitupun dengan Thomas Mopili yang juga ditetapkan sebagai calon bupati partai Golkar untuk pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorut.
“Benar sudah ada rapat antara DPD I dan tim DPP Golkar dan tadi sore (kemarin,red) sudah diputuskan Golkar merekomendasikan saya sebagai
calon Walikota,” ungkap Marten ketika diwawancarai wartawan.

Meski begitu kata Marten, SK resminya belum ia kantongi. Hanya  saja sudah ada penyampaian secara lisan dari DPD I Provinsi Gorontalo
dan akan menyusul surat tertulis secara resmi. “Menyangkut ini pula, tadi saya sudah dihubungi pak Ghalib Lahidjun pengurus DPD I yang
meminta data lengkap saya untuk dimasukan dalam rekomendasi,” katanya.

BACA  Apa Kabar Wisata Embung Dumati? Kini Sudah Meredup

Meski menjadi Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo, Marten Taha, sempat diragukan untuk mendapatkan dukungan Golkar. Karena sebelumnya, sejumlah kader Beringin Kota Gorontalo menggoyang posisi Marten Taha sebagai Ketua Golkar Kota Gorontalo.

Beberapa pengurus kecamatan (PK) melayangkan mosi tidak percaya terhadap Marten Taha dan meminta Musdalub untuk mengganti Marten Taha sebagai Ketua Partai.

Namun melalui mediasi yang dilakukan oleh DPD I konflik internal itu diselesaikan melalui pertemuan yang menghadirkan Marten Taha dengan beberapa PK yang mendesak Musdalub.

Dalam pertemuan itu, pihak-pihak yang hadir bersepakat untuk mengakhiri konflik Golkar Kota Gorontalo. Bukan tidak mungkin ini menjadi bagian pertimbangan DPP dalam menetapkan Marten Taha sebagai calon walikota partai Golkar.

BACA  Seriusi Penanganan Covid-19, Gubernur Gorontalo Kerja Sama Dengan PT. Pindad

Meski sudah dipastikan mengantongi dukungan Golkar dan PBB, Marten Taha menyatakan, dirinya masih ingin menggalang dukungan partai lain.

Walau dukungan Golkar yang mengoleksi 4 kursi dan PBB dengan 2 kursi, sudah memenuhi syarat minimal parpol atau gabungan parpol untuk mengusung calon di Pilwako yaitu minimal 5 kursi, Marten mengatakan, masih ada partai lain yang juga ingin mengusungnya. Yaitu Demokrat dan PPP.

“Tidak menutup kemungkinan dua partai tersebut akan merekomendasikan saya.  Semakin banyak Parpol yang mendukung akan lebih baik karena kita berharap tentunya Parpol dapat berjuang bersama-sama dengan kita bukan  saja dalam Pilwako, tapi juga di parlemen untuk pelaksanaan pembangunan jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu ketika ditanya terkait dengan pendampingnya di Pilwako ? Marten menyampaikan saat ini ada banyak figur yang ditawarkan kepadanya untuk menjadi pendamping. Di internal Golkar ada Fedriyanto Koniyo dan Riyan Kono. Namun demikian, Marten belum bisa menentukan dengan alasan memilih calon wakil walikota tidak boleh buru-buru mengingat kebersamaan yang harus terbangun antara calon walikota dan wakil
walikota tidak saja dalam Pilwako, tapi juga sampai masa jabatan  berakhir.

BACA  Dapat Beasiswa Kuliah di ATMI Solo, Pemuda Asal Gorontalo Ini Ungkapkan Rasa Syukur

“Seperti menentukan isteri, begitu pentingnya pula dalam menentukan  pasangan di Pilwako. Karena dalam pemerintahan butuh bekerja bersama
dalam jangka waktu lama sehingga pilihannya juga harus tepat,” jelasnya.

Namun demikian, Marten menyampaikan ada beberapa persyaratan yang diharapkannya menjadi pendamping calon walikota. Pertama, harus  terterima dalam partai koalisi, memiliki eleketabilitas yang baik, serta mampu menjaga komitmen membangun daerah sepanjang lima tahun  ke depan. “Soal latar belakang apakah itu politisi, birokrasi,akademisi atau pengusaha tidak jadi persyaratan bagi saya. Yang penting itu tadi, termasuk tidak egois, serta menyadari persiskedudukannya sebagai wakil walikota,” terangnya. (and/jdm/hargo)


Komentar