Rabu, 23 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hubungan Turki-Jerman Memanas

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 20 Maret 2017 | 14:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Hubungan Turki dan Jerman kian panas. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali membombardir Jerman dengan kata-kata pedas. Pemicunya adalah izin yang diberikan Pemerintah Kota Frankfurt, Jerman, kepada etnis Kurdi untuk mengadakan aksi turun ke jalan Sabtu (18/3). Padahal, dua minggu lalu mereka menolak massa pendukung Erdogan untuk menggelar kampanye referendum Turki.

Referendum tersebut bakal membuat presiden yang berkuasa memiliki lebih banyak kekuatan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang diinginkan. Mulai penentuan bujet, penunjukan menteri dan hakim, hingga pembubaran parlemen. Ada sekitar 1,4 juta warga Turki di Jerman yang bisa bersuara saat referendum berlangsung pada 16 April mendatang.

Sebagian besar demonstran membawa bendera maupun banner yang bergambar simbol Kurdistan Workers Party (PKK). Kelompok tersebut dilarang di Turki dan dianggap sebagai teroris. Kelompok PKK memberontak sejak 1984 agar bisa mendirikan negara sendiri.

BACA  Al-Quran Dibakar, Kerusuhan Pecah, Tak Terkendali

Sama seperti Turki, baik Uni Eropa (UE) maupun Amerika Serikat (AS) menganggap PKK adalah organisasi teroris. Namun, dalam aksi Sabtu lalu, massa bebas mengusung simbol maupun foto Pemimpin PKK Abdullah Ocalan.

’’Simbol dan slogan PKK itu tidak bisa diterima,’’ kata Ibrahim Kalin, juru bicara Erdogan. Dia juga menuding Jerman bermuka dua karena mengizinkan pendukung PKK untuk melakukan aksi.

Kemarin (19/3) Turki juga menuding Jerman mendukung jaringan pemberontak Fethullah Gulen. Yaitu, Gulenist Terrorist Organisation alias FETO. Tuduhan tersebut keluar setelah majalah Jerman Der Spiegel memublikasikan wawancara dengan kepala badan intelijen federal Jerman Bundesnachrichtendienst (BND).

BACA  Keren, Satgas TNI Resmikan Monumen Perdamaian di Kongo

Pihak BND mengungkapkan, Turki telah gagal meyakinkan mereka bahwa Gullen memang bertanggung jawab atas upaya kudeta di negara yang berbatasan dengan Syria tersebut. ’’Itu adalah usaha untuk menghapus semua informasi yang kami berikan kepada mereka terkait dengan FETO. Ini adalah tanda dukungan mereka terhadap FETO,’’ tegas Kalin. Menurut Kalin, Jerman akan menggunakan FETO sebagai senjata untuk melawan mereka. (Reuters/BBC/sha/c15/owi/tia)


Komentar