Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hujan 2 Jam, Limbar Dihantam Banjir Bandang

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 13 Desember 2016 | 19:04 WITA Tag: , ,
  


LIMBOTO BARAT, Hargo.co.id  – Musibah banjir bandang di wilayah Ombulo dan Haya-haya sudah menjadi momok. Setiap kali terjadi hujan lebat, dua desa di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu selalu dilanda banjir. Bencana ini pun kembali terjadi Minggu, (11/12).

Salah satu desa yang tenar dengan perayaan ketupat setiap tahun itu, kembali diterjang banjir hingga membuat puluhan rumah warga terendam air setinggi paha orang dewasa.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pemukiman warga di Desa Ombulo yang dilanda banjir paling parah berada di Dusun Botutomie. Berawal ketika hujan deras mengguyur Limboto Barat mulai pukul 17.00 Wita.

BACA  Tim Pandawa Polres Gorontalo Bekuk Pelaku Judi Togel Online

Hujan yang berlangsung selama dua jam itu membuat Sungai Ombulo meluap hingga menyapu pemukiman warga. Air yang tiba-tiba naik itu langsung membuat warga panik.

Khawatir air akan terus naik seperti beberapa waktu lalu, mereka pun berlarian menyelamatkan barang-barang mereka untuk dibawa ke tempat yang aman. Untung saja, hujan hanya berlangsung selama dua jam.

Melewati pukul 19.00 Wita, hujan perlahan mereda dan air pun kembali surut. Tidak ada korban jiwa dalam banjir kali ini.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Dari data yang peroleh Gorontalo Post dari BPBD Kabupaten Gorontalo, total rumah warga yang terendam masing-masing 10 rumah di Desa Ombulo dan 12 rumah di Desa Haya-haya.

Onal (35), warga sekitar yang diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, banjir kali ini terbilang cukup parah. Menurutnya, warga di Dusun Botutomie sudah biasa diterjang banjir seperti ini setiap ada hujan deras karena sungai yang tidak mampu menampung debit air dalam jumlah besar.

BACA  Terungkap, Begal Payudara Sering Terjadi di Jalan Menuju Pone

“Rumah-rumah disini rata-rata sudah memakai penghalang air yang terbuat dari papan maupun dari semen cor, namun jika banjirnya besar air tetap masuk ke dalam rumah,” tutur Onal.

Onal mengharapkan adanya perhatian serius dari pemerintah untuk dapat menyelesaikan masalah di Dusun Botutomie ini.

“Dari dulu kita ini tidak pernah dibuat tenang oleh banjir. Setiap hujan kita selalu dibuat was-was. Kita berharap ini dapat diperhatikan oleh pemerintah,” harapnya. (tr-55/hargo)


Komentar