Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hujan Deras, Balita di Limboto Terseret Arus di Selokan

Oleh Mufakris Goma , dalam Kab. Gorontalo Metropolis , pada Jumat, 20 Desember 2019 | 15:19 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Ini menjadi peringatan bagi seluruh orang tua agar aktif mengawasi anak yang masih balita kala bermain di tengah musim hujan. Di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo sudah terjadi perstiwa memilukan, Kamis (19/12/2019). Ichal, anak balita berusia 2,6 tahun jatuh ke selokan hingga terseret arus dan masuk gorong-gorong sepanjang 8 meter. Nyawa Ichal tak bisa tertolong.

Nurmawati Potale (47), salah satu tetangga korban, menceritakan, petaka ini bermula ketika Ichal sedang bermain di tepi selokan dekat rumahnya. Kala itu, sekitar pukul 13.00 Wita, wilayah Limboto sedang didera hujan lebat. Drainase penuh hingga meluap ke jalan dan permukiman warga.

BACA  Optimalisasi Dana Pengamanan Pilkada Mulai Dibahas

Nurmawati sempat melihat Ichal jatuh terpeleset. Kemudian, terbawa air hingga masuk ke selokan. Spontan saja, Nurmawati berlari ke selokan di mana korban terjatuh. Namun karena kondisi saat itu sedang hujan deras, sedangkan air selokan penuh dan keruh, jasad korban tak terlihat.

“Saya coba meneriaki warga lainnya di sekitar lokasi kejadian untuk meminta pertolongan,” ujarnya.

Hanya saja, korban diduga terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong sepanjang 8 meter. Warga yang berdatangan ke lokasi menjadi sulit untuk menemukan korban dengan cepat. Nanti setengah jam kemudian, jasad Ichal didapati sudah terseret sekitar 100 meter dari titik ia jatuh.

BACA  Bahas Banjir, Nelson Pomalingo Rembuk Bareng Lintas Kementerian

“Begitu ketemu, badan Ichal langsung kita balikkan untuk mengelurkan air dari dalam tubuhnya. Tapi tidak berhasil,” katanya.

Warga dan orang tua kemudian segera melarikan Ichan ke RS MM Dunda Limboto. Namun, nyawa anak balita itu tak bisa tertolong.

Kapolsek Limboto Iptu Imran Panigoro mengatakan, sesuai hasil pengecekan pihaknya, gorong-gorong yang dimaksud ternyata adalah saluran yang tertutup cor dengan panjang 8 meter. Saluran itu pula tidak memiliki bak kontrol. Waktu korban jatuh, ketinggian air dari dasar selokan diperkirakan mencapai setengah meter atau sebatas lutut orang dewasa.

BACA  Capaian Program 'Bangga Kencana' Dievaluasi

Imran juga menyatakan, sesuai hasil visum, dalam tubuh korban terdapat luka di bagian belakang. Diduga akibat terseret air serta goresan dibagian lengan sebelah kiri akibat terkena batang kayu yang ada didalam saluran. “Korban juga sudah diserahkan kepada kelurga. Pihak keluarga menolak jasad korban untuk dilakukan otopsi,” ujarnya. (gp/hg)


Komentar