Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idah Syahidah Didorong ke Pilkada, Rusli Habibie Sentil ke Senayan Saja

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Jumat, 28 Juli 2017 | 11:26 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Nama Idah Syahidah, muncul dalam penjaringan partai Golkar untuk calon kepala daerah di Kota Gorontalo maupun di Kabupaten Gorontalo Utara. Isteri Gubernur Rusli Habibie ini diaspirasikan kader Golkar agar bisa bertarung merebut kursi Walikota atau Bupati pada helatan Pilkada serentak tahun depan.

Di Kota Gorontalo, Idah bersaing dengan Marten Taha, Budi Doku, Ferdianto Koniyo, Fikran Salilama dan Hardi Sidiki. Untuk Gorontalo Utara, Idah Syahidah yang juga pernah ketua TP PKK Gorontalo Utara ini hanya bersaing dengan Ketua DPD II Gorontalo Utara Thomas Mopili.

BACA  Kena Razia Keramaian, Sejumlah Rumah Makan Ditutup

Kendati aspirasi agar Idah maju di Pilkada begitu kencang, namun Rusli Habibie, suami Idah Syahidah yang juga ketua DPD I Golkar Gorontalo, sepertinya lebih ingin jika Idah Syahidah ke Senayan sebagai anggota DPR RI. Hal ini pun disentil Rusli Habibie saat kunjunganya ke Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Kamis (28/7).

Rusli Habibie mengatakan, banyak aspirasi, bahkan tokoh masyarakat dan ada pimpinan partai politik, meminta Idah Syahidah agar bisa direstui untuk dicalonkan sebagai anggota DPR RI pada pemilu legislatif 2019 mendatang.

BACA  Ini Kata Warga Miranti Tentang Kualitas Bantuan Pemprov Gorontalo

Aspirasi itu tidak ditolak Rusli Habibie. Ia malah mengatakan, jika memang didukung, maka ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Yakni, pertama adalah Idah Syahidah harus punya partai. Partai dimaksud belum tentu Golkar.

Kendati Rusli Habibie adalah ketua DPD I Golkar Gorontalo, namun ia tidak secara gamblang menyebut jika Idah akan diusung Golkar pada Pileg nanti. Syarat yang kedua, kata Rusli Habibie adalah jika terpilih nanti Idah Syahidah harus lebih banyak ‘berkantor’ di Gorontalo.

BACA  Ini Reaksi Keluarga Habibie-Sidiki Usai Menyimak Pernyataan Adhan Dambea

Hal ini untuk lebih cepat menyerap aspirasi rakyat. Ketiga, harus memiliki kontrak atau pernyataanya dengannya dan juga rakyat Gorontalo, “Dimana tidak boleh mencalonkan apapun di Pilkada sebelum tuntas periode menjadi anggota DPR RI,”tegas Rusli Habibie.

Ia menegaskan tidak menginginkan, baru dua tahun atau masih aktif sebagai anggota DPR RI tapi ngotot ingin mencalonkan diri pada Pilkada. “Saya tidak ingin seperti itu. Tuntaskan dulu tugas,”tandas Rusli Habibie. (tro/hg)


Komentar