Jumat, 7 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idah Syahidah Upayakan Sirene Banjir dari BNPB

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Senayan , pada Sabtu, 4 Juli 2020 | 17:05 WITA Tag: , ,
  Aleg DPR RI Idah Syahidah


Hargo.co.id GORONTALO – Banjir yang melanda Provinsi Gorontalo mendapat perhatian serius dari anggota Komisi VIII DPR RI Idah Syahidah. Buktinya, Idah yang juga istri dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu tengah memperjuangkan sirene banjir ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dikatakannya, alat itu sangat dibutuhkan sebagai deteksi dini warga di bantaran sungai Bone saat musim penghujan.

BACA  Longsor di Kabila Bone, Petani Jagung dan Kacang Gagal Panen

“Kami sedang berupaya ke BNPB agar bisa dibantu dengan alat itu. Saya minta juga nanti dari BPBD bisa melayangkan surat untuk bermohon ke BNPB. Alatnya cukup mahal dan kita berharap tidak hanya satu tapi di beberapa titik,” jelas istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu saat meninjau korban banjir di posko pengungsian gedung Bele li Mbui, Kota Gorontalo, Sabtu (4/7/2020).

BACA  Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Kembali Ingatkan Kepatuhan Protokol Kesehatan

Alat itu diharapkan bisa diletakkan di hulu sungai Bone dan Sungai Bulango. Jika ketinggian air mencapai titik tertentu maka sirene akan berbunyi sehingga warga bantaran sungai bisa bersiap jika sewaktu-waktu banjir menerjang.

“Kita juga masih butuh perahu karet untuk evakuasi, ini yang coba kita kawal di pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, banjir yang melanda Kota Gorontalo membuat ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Dari catatan BPBD Provinsi Gorontalo pada Jumat malam, ada tujuh titik pengungsian di Kota Gorontalo. Rinciannya Bele li Mbui 400 jiwa, SDN 38 335 Jiwa, Kantor Pertanahan Kota 60 jiwa, Kesdim 178 jiwa. Ada juga di Kelurahan Padebuolo 650 jiwa, Kelurahan Botu 1000 jiwa dan masjid Arraudah 100 jiwa. (adv/rwf/hg)

BACA  Masyarakat Gorontalo Utara Tak Butuh Program Pencitraan

Komentar