Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ide ‘Pool Test Covid-19’ Sudah Diterapkan Pedalaman Kalimantan  

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 8 Mei 2020 | 23:58 WITA Tag: ,
  Kepala UPT Puskesmas Patas, dr. Mas'ud Idrus


Hargo.co.id, KALIMANTAN – Ide ‘Pool Test Covid – 19’ yang digaungkan oleh Dahlan Iskan rupanya sudah diterapkan di pedalaman Kalimantan, tepatnya di daerah Patas.

Kepala UPT Puskesmas Patas, dr. Mas’ud Idrus mengatakan, solusi yang ditawarkan Hafidz Ary Nurhadi seperti yang ditulis wartawan senior (Dahlan Iskan) itu, sangat brilian. Sebab, dengan cara ini deteksi terhadap Covid – 19 sangat cepat dan ramah rakyat.

Diungkapkannya, Puskesmas tempat ia bertugas melayani warga di 12 desa. Dari jumlah itu, hanya ada 3 desa yang zona kuning. Ini karena penduduknya bekerja di tambang batu bara yang sering ada pendatang dari Pulau Jawa. Maklum daerah transmigrasi.

“Nah, desa ini saja yang gencar-gencar kami lakukan penyuluhan dan peringatan untuk pakai masker, cuci tangan dan rapid test,” kata Mas’ut Idrus.

BACA  Berada di Masa Sulit, Keputusan Berat Diambil Lion Air Group

Lanjut katanya, rapid testnya dilakukan dengan cara sebagai berikut. Misalnya ada yang satu rumah 7 orang, maka kami test hanya orang yang beresiko. Contohnya umur di atas 50 tahun, memiliki riwayat penyakit hipertensi, penyakit gula dan gemuk sekali. Mereka saja yang dirapid test.

“Apabila dalam 1 rumah itu 1 orang saja di test hasilnya negative, maka yang lainnya tak perlu diperiksa. Namun, jika 1 positif maka semua penghuni rumah ditest bila perlu 1 RT yang ada pekerja tambang dengan tetap memilih 1 perwakilan rumah yang beresiko saja. Tapi, Alhamdulillah sampai dengan saat ini belum ada yang positif,” jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini di wilayahnya menerapkan aturan bagi setiap warga yang datang untuk langsung isolasi mandiri di barak-barak yang telah disediakan.

“Itu barak penduduk. Mereka dipantau hari ke 7 dan 14 untuk di rapid dari hari pertama, sejak datang,” ujar Mas’ud Idrus.

BACA  Anggota DPR Minta Kasus Penganiayaan Serda Saputra Diusut Tuntas

Lebih lanjut, Mas’ud Idrus juga mengatakan, dalam pencegahan penyebaran Covid – 19, pihaknya diminta untuk mendukung inisiasi salah satu Kades untuk menutup pasar. Inisiasi itu rencananya akan dituangkan dalam Peraturan Desa (Perdes). Namun, hal ini ditolak pihaknya. Sebab, dirinya menilai penutupan pasar bukanlah solusi yang tepat. Hal itu hanya akan menimbulkan kegaduhan.

“Kami menolak, karena pasar adalah roda ekonomi rakyat. Penolakan kami itu dibarengi dengan saran pasar sehat. Penjual dan pembeli harus pakai masker. Pemerintah desa menyediakan tong air besar dan sabun di pintu masuk dan keluar. Terus ada yang mengingatkan via pengeras suara, untuk mengingatkan pengunjung dan pembeli untuk pakai masker dan jaga jarak meskipun terkadang bersenggolan,” ungkap Mas’ud Idrus.

BACA  Pakar Epidemiologi: Ada 3 Skenario Prediksi Pandemi Berakhir Agustus

Dirinya mengungkapkan jika di tempatnya bekerja, para Kades tegas dan keras. Jadi fatwa adalah hukum. Sehingga berat untuk melarang menutup pasar.

Nanti setelah dijelaskan, misalnya:  Jika ditutup pasar apakah pak kades ada cara untuk mengatasi kegaduhan nanti? Ada logistik yang cukup? Bagaimana kalau mereka akan pergi ke pasar lain yang zona merah?

“Kalaupun tempat ibadah ditutup kita masih bisa lakukan di rumah. Tapi bila pasar ditutup siapa yg mengantar makanan ke rumah-rumah. Pak Kades pun bingung. Tak ada anggaran, akhirnya rencana tutup pasar dibatalkan,” pungkas Mas’ud Idrus.

Seperti sebelumnya, Dahlan Iskan telah menulis catatan yang diberi judul Pool-test Hafidz.

Baca: Pool-test Hafidz

Catatan itu menceritakan tentang metode baru rapid test yang bisa meminimalisir pengeluaran. (rwf/hg)


Komentar