Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idealnya, Setiap Kecamatan Tersedia Satu Unit Mobil Damkar

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Selasa, 23 November 2021 | 16:05 PM Tag: ,
  Kabid Damkar Boalemo, Erfin PLH Susanto. (Foto : Abdul Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ada usulan dari warga agar setiap kecamatan disiapkan mobil pemadam kebakaran (Damkar). Tujuannya agar ketika terjadi kebakaran, lebih cepat direspon karena mobil sudah ada di ibukota kecamatan. 

Permintaan warga itu juga sudah sering disampaikan ke Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Boalemo, Erfin PLH Susanto. Hal itu mengingat jangkauan, atau jarak tempuh yang cukup jauh dilalui, bila datang musibah kebakaran. Menurutnya, tak ada yang salah dengan permintaan masyarakat tersebut. Karena tujuannya untuk penanggulangan musibah.

“Namun, jika terpenuhi anggarannya, kami dari pihak Damkar Boalemo bisa saja mewujudkannya. Jujur, ada beberapa kendala yang kami hadapi, misalnya jika di masing-masing Kecamatan kami tempatkan mobil Damkar, tentunya kita harus ada Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Damkar terlebih dahulu,” kata Erfin, Senin, (22/11/2021).

Terkait hal ini kata Erfin, pihaknya sudah mencoba melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak teknis. Apalagi menurutnya, jika Damkar Boalemo sudah bisa berdiri sendiri dalam artian mandiri, maka ada beberapa titik lokasi, yang sudah menjadi target untuk penempatan mobil Damkar.

“Target kami itu Kecamatan Mananggu, Wonosari, Paguyaman, Paguyaman Pantai. Untuk Dulupi, nanti dia bisa akses dengan Wonosari, dibackup oleh Tilamuta,”paparnya.

Kata Erfin, saat ini saja pihaknya baru memiliki 2 unit armada. Masing-masing berkapasitas 4000 liter, ditambah 1 unit ambulans. Untuk itu, ia berharap, masyarakat bisa bersabar dulu. Karena pihaknya sedang berupaya yang terbaik dalam hal pelayanan.

“Jika kita Damkar Boalemo sudah berdiri sendiri, lalu ada penambahan armada Damkar, kita pasti fikirkan untuk penempatan di masing-masing Kecamatan. Seiring dengan itu juga kan nantinya, akan ada penambahan personel pula,”ujarnya. 

Disinggung terkait kekurangan yang dihadapi pihaknya dalam penanggulangan kebakaran saat ini. Erfin mengaku, masih ada beberapa Alat Pelindung Diri (APD) yang belum ada. Seperti, tabung oksigen, masker anti asap, dan baju anti api. 

“Itu kendala kami saat menanggulangi kebakaran, dan jujur yang paling dikhawatirkan oleh personel ketika di lapangan, adalah kepulan asap. Resikonya tinggi bagi personel. Sehingga masker dan tabung itu penting. Selanjutnya baju anti api. Kita tidak punya baju anti api, saat ini baru baju anti panas, itu pun hanya 4 buah,” akunya.

Lebih jauh Erfin mengungkapkan, sejauh ini, sudah ada anggota Damkar Boalemo ditimpa musibah saat sedang berupaya memadamkan api kebakaran.

“Contohnya di Desa Tapadaa, Botumoito lalu. Ada anggota kami yang terkena serpihan bara kayu, tepat di bagian mata. Satunya lagi terbakar di bagian wajah. Beruntung ada penanganan cepat dari tim medis, saat kita larikan ke rumah sakit. Disitu pentingnya APD,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 140 times, 2 visits today)

Komentar