Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idiidiiihh… Main Petasan Rakitan, Jari Pelajar SMA Copot, Kondisinya Kritis

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Metropolis , pada Kamis, 1 Juni 2017 | 14:44 Tag: , ,
  

ATINGGOLA, hargo.co.id – Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak bermain dengan barang berbahaya.

Seperti petasan. Seorang warga desa Kotajin Utara, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Adrianto Datuage (17) nyaris merenggang nyawa, karena petasan yang meledak di tanganya.

banner 728x485

Peristiwa nahas ini terjadi, Selasa (30/5) sekitar pukul 10.30 wita. Adrianto pun hingga kemarin (31/5) masih tak sadarkan diri, dan mendapat perawatan maksimal RS MM Dunda Limboto.

Petasan yang dimainkan Adrianto merupakan petasan rakitan. Ia merakitnya sendiri. Bahanya pun sangat sederhana namun berbahaya. Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, pagi itu ia bersama rekan sebanya memainkan petasan.

Namun petasan ala Adrianto lain dari yang lain. Pelajar kelas XI SMA Atinggola ini membuatnya sendiri. Sebuah botol kecil bekas pewarna makanan ia gunakan.

Botol itu diisi serbuk mercon yang telah disiapkan. Serbuk mercon didapat dari petasan dan kembang api yang dijual bebas. Setelah siap, petasan rakitan itu siap dibunyikan. Sumbu disulut api.

Seketika, kegembiraan bermain petasan berubah menjadi peristiwa mengenaskan. Adrianto tidak sempat melempar petasan rakitan itu, dan meledak tepat digenggamanya.

Serpihan petasan yang terdiri dari pecahan botol soda kue itu mengenai wajahnya dan menyebabkan luka serius.

Sementara 3 jari tangan kirinya yakni dari ibu jari hingga jari tengah putus. Bibir bagian atas bocor hingga menembus gusi, lehernya pun juga mengalami luka lubang. Adrianto yang langsung tak sadarkan diri, segera dilarikan ke Rumah Sakit Dunda Limboto.

Isran Detuage (48), ayah kandung korban, saat ditemui Gorontalo Post, kemarin, mengatakan, dirinya tidak menyangka peristiwa ini bisa menimpa anaknya.

“Dia memang sering main petasan dengan teman-temannya dan siang itu saya kaget mendengar kejadian ini,” kata Isran.

Dokter Rumah Sakit MM Dunda, Limboto, dr.Gerard, yang menangani Adrianto mengatakan, pihaknya akan segera melakukan amputasi terhadap 3 jari korban, karena kondisinya memang sudah hancur dan tidak bisa dipertahankan lagi.

“Saat ini kondisinya kritis namun masih bisa kita tangani,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono, SIK, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Ia menghimbau seluruh masyarakat khususnya para remaja dan anak-anak untuk tidak lagi bermain petasan.

“Di bulan Ramadan, baiknya meningkatkan ibadah dari pada bermain yang malah membahayakan,”ujarnya. (tr-55/hargo)

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar