Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idris Rahim Buka FKP RKPD 2022 Provinsi Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 11 Februari 2021 | 21:05 WITA Tag: , ,
  Wagub Gorontalo H. Idris Rahim memberikan sambutan pada Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi Gorontalo tahun 2022, di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Kamis (11/02/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah (Bapppeda) Provinsi Gorontalo menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2022, yang dilaksanakan di Hotel Aston Gorontalo, Kamis (11/02/2021).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim itu, bertujuan untuk menjaring aspirasi serta memperoleh masukan dan saran untuk kesempurnaan RKPD 2022, sekaligus sebagai solusi terhadap permasalahan pembangunan daerah.

BACA  Usai Dilantik, Saipul-Suharsi Siap Penuhi Janji Kampanyenya

Rancangan awal RKPD Provinsi Gorontalo tahun 2022 tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Pencapaian Masyarakat yang Maju, Unggul dan Sejahtera”.

Dalam kesempatannya Wagub mengutarakan, RKPD tahun 2022 memiliki arti yang sangat penting untuk pencapaian target pembangunan, mengingat tahun 2022 merupakan tahun terakhir dari RPJMD Provinsi Gorontalo tahun 2017 – 2022.

BACA  BPKP Serahkan LHP Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Gorontalo

“Dalam RKPD 2022 kami tetap fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, lingkungan hidup dan kebencanaan, pariwisata, UMKM, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan,”tutur H. Idris Rahim.

Lebih lanjut Wagub juga meminta agar penyusunan RKPD 2022 harus lebih berkualitas dan produktif. Wagub menekankan agar RKPD fokus pada program kegiatan yang berdampak langsung pada pencapaian target kinerja utama daerah serta pemulihan ekonomi.

BACA  Gubernur Gorontalo Lantik 260 Pejabat Fungsional dan 16 PPPK

“Ada beberapa pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan diakhir RPJMD 2017 – 2022. Saya minta kepada pimpinan OPD untuk melihat kembali permasalahan dan target yang belum dicapai, kemudian susun prioritas dan penanganannya,”pungkas H. Idris Rahim.(adv/zul/hargo)


Komentar