Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Idris Rahim Tegaskan, ASN Harus Netral di Pilkada Serentak

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 8 Oktober 2020 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Wagub Gorontalo Idris Rahim saat memberikan sambutan pada bakso NKRI peduli di Kecamatan Bulango Ulu, Kamis (9/10/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bersikap netral pada pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim saat memberikan sambutan, pada bakti sosial NKRI Peduli yang digelar Pemprov Gorontalo di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (8/10/2020).

“Kemarin saya mengikuti video konferensi bersama bapak Wakil Presiden yang dengan tegas meminta agar ASN bersikap netral pada penyelenggaraan Pilkada Serentak,” kata Wagub Idris Rahim.

BACA  Ini Tips Mencegah Covid-19 Versi Dosen UMGo

Terkait netralitas ASN ini, pemerintah telah menerbitkan Pedoman Pengawasan Netralitas ASN untuk Pilkada Serentak 2020 dalam bentuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Nasional, dan Komisi ASN. SKB tersebut sebagai dasar hukum terkait pengawasan netralitas ASN pada Pilkada Serentak.

BACA  Gubernur Salurkan Bantuan Kementerian PPA

“Seluruh ASN harus bersikap netral pada Pilkada Serentak. Seperti halnya camat, itu adalah ASN, tidak boleh berpihak pada salah satu pasangan calon. Jika tidak, tentunya akan berhadapan dengan aturan hukum dan perundangan-undangan yang berlaku,” tegas Idris.

Pada kampanye virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN seri ke-IV dengan tema ‘ASN Netral, Birokrasi Kuat dan Mandiri’ yang turut diikuti oleh Wagub Idris Rahim, terungkap data pelanggaran netralitas ASN. Berdasarkan data tersebut, hingga September 2020, sebanyak 694 ASN telah dilaporkan melakukan pelanggaran netralitas, dan 492 orang di antaranya telah diberikan rekomendasi penjatuhan sanksi pelanggaran netralitas.(adv/rwf/hg)

BACA  Wagub: Ingin Eksis di Masa Pandemi, Harus Berinovasi

Komentar