Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ikut Dihadang di Manado, Ini Permintaan Habib Hanif

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 16 Oktober 2018 | 04:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, MANADO – Habib Muhammad Hanif bin Abdulrahman Alatas angkat bicara soal pengadangan massa ormas adat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin (15/10/2018). Menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab itu turut diadang bersama Habib Bahar bin Smith.

“Saya hadir di sini dalam rangka memenuhi undangan haul ayah Habib Smith. Beliau merupakan tokoh agama di Manado, yang juga merupakan salah satu pendiri Al-Khairat,” ujar Habib Hanif dalam rekaman yang diunggah muslimina update di jejaring media sosial facebook. Saat memberikan keterangan, Habib Hanif masih berada di Bandara Sam Ratulangi, Senin (15/10) malam.

Menurut Habib Hanif, acara haul tersebut merupakan acara keagamaan. Lokasi pelaksanaannya pun di tempat ibadah. Sehingga baik acara maupun lokasinya dilindungi oleh undang-undang. (Baca selengkapnya di Gorontalo Post edisi Selasa 16 Oktober 2018)

“Semuanya dijamin undang-undang. Sehingga keberadaan negara ini diharapkan mengawal agar Undang-undang ini bisa dijaga,” kata Habib Hanif.

Menurut Habib Hanif, dirinya mengetahui Manado merupakan daerah yang toleran. Sehingga adanya aksi pengadangan maka dirinya menilai ada aktor yang menggerakkan aksi tersebut. Ia pun meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menangkap aktor intelektual aksi pengadangan.

“Kalau ini dibiarkan maka akan merembet ke daerah-daerah. Nah kalau di daerah lain yang muslimnya lebih banyak kemudian sakit hati, nah itu bagaimana. Itu bisa membahayakan kerukunan yang ada di negeri kita,” urai Habib Hanif.

“Saya harap oknum-oknum yang melakukan ini dikejar. Jangan sampai dibiarkan. Ini pemecah NKRI, ini merusak kebhinekaan kita,” sambugnya menekankan.

Habib Hanif juga sempa mempertanyakan aksi pengadangan yang membawa senjata tajam ke lokasi bandara.

“Undang-undang mana yang membolehkan sekelompok orang bersenjata lengkap melakukan pengadangan di bandara. Apalagi bandara itu objek vital,” kata Habib Hanif.

Karena itu ia mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di Sulawesi Utara maupun di tanah air untuk jaga kerukunan, keberagaman.

“Kami di FPI juga sangat mengerti keberagaman. Di sekitar rumah kami ada gereja empat, tetangga-tetangga kami non muslim, tak pernah kami colek sedikit pun,” katanya. (jdm/hg)

(Visited 63 times, 1 visits today)

Komentar