Ikut Pilkada Kabgor, Dokter Tony Ingin Lewat PDI Perjuangan

Dokter AR Mohammad SpPD FINASIM menyerahkan berkas pendaftaran calon bupati kepada tim penjaringan PDI Perjuangan kemarin (27/09/2019). (Foto Deice/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjaringan calon bupati dan calon wakil bupati yang dibuka oleh PDI Perjuangan Kabupaten Gorontalo hampir dipastikan sepi peminat. Jelang tiga hari penutupan pendaftaran penjaringan, baru satu figur yang mengembalikan formulir pendaftaran.

 Yaitu dr AR Mohammad atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dokter Tony. Sebelumnya ada tiga figur yang mengambil formulir. Selain Dokter Tony, juga kader Nasdem Rustam Akili dan kader PDI Perjuangan Tony Junus.

Dokter Tony datang menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan calon di kantor DPC PDI Perjuangan Kabgor, kemarin (27/9). Dokter Tony disambung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabgor Sukarman Humonggio dan tim penjaringan.

Diwawancarai usai menerima berkas Dokter Tony, Sukarman Humonggio mengatakan, masih ada berkas yang harus dilengkapi Dokter Tony. Pihaknya masih memberikan kesempatan untuk melengkapinya.

“Kalau sudah dilengkapi, berkasnya akan kami bawa ke DPD untuk diteruskan ke DPP. Nanti DPP akan mengeluarkan rekomendasi siapa figur yang akan diusung PDI Perjuangan di Pilkada Kabgor,” ungkap Sukarman.

Sukarman mengatakan, kalaupun nanti DPP memutuskan dr Tony sebagai calon bupati maka pihaknya tentu akan siap untuk mengamankan perintah partai.

Sementara itu, Dokter Tony mengaku, keinginannya untuk ikut Pilkada mencalonkan diri bupati, karena terpanggil untuk memajukan Kabupaten Gorontalo.

“Kebetulan yang membuka penjaringan baru PDI Perjuangan dan PAN, sehingga di PDI Perjuangan saya hari ini memasukkan berkas dan di PAN saya baru mengambil formulir dan jika ada partai lain membuka penjaringan saya akan ikut dan tetap menjadi Bupati bukan wakil,” tegas Dokter Tony. (hg/wie)

-