Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ikut Pilkada via Jalur Perseorangan, Partai Golkar Pecat Hamdi Alamri

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kab. Pohuwato Kabar Politik , pada Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:05 WITA Tag:
  Rapat pleno diperluas DPD II Partai Golkar Pohuwato, Ahad (24/08/2020). (Foto: Ryan/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pilkada Pohuwato mulai ‘makan korban’. Keputusan kader Golkar Hamdi Alamri mencalonkan diri dari jalur perseorangan, menuai reakasi. Partai Golkar Pohuwato melalui rapat pleno diperluas, Ahad (24/08//2020) memutuskan mencabut keanggotaan Hamdi Alamri dari Partai Golkar. Pemecatan ini juga akan berbuntut pada posisi Hamdi Alamri sebagai anggota DPRD. Dia akan direcall partai dari DPRD.

Ketua DPD II Golkar Pohuwato, Nasir Giasi mengatakan, sanksi berat ini dijatuhkan karena Hamdi dinilai telah melakukan pelanggaran berat.

Dia mengakui, keputusan untuk memecat Hamdi dari partai telah melalui proses panjang. Diawali langkah DPD II membentuk tim investigasi untuk mencari fakta lapangan. Serta memintakan klarifikasi dari Hamdi Alamri. Kemudian dilanjutkan Pleno DPD II Pohuwato dengan memutuskan untuk memberhentikan Hamdi sebagai ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Randangan.

BACA  Fakta di Balik Wisuda Drive Thru, Ada Merogoh Kocek Hingga Rp 500 Ribu

“Langkah yang bersangkutan yang mendaftarkan diri sebagai calon independen itu adalah sebagai pelanggaran harkat, martabat dan marwah nama baik Partai Golkar itu sendiri,” tegas Nasir.

Selain Hamdi Alamri, ada juga satu kader Golkar lain yang sudah memastikan diri ikut Pilkada walau belum mendapatkan restu dari DPP Golkar. Yaitu Suharsi Igrisa.

BACA  Nisfu Syaban, Bupati Doakan Masyarakat Pohuwato 

Tapi menurut Nasir, pemberian sanksi belum bisa dilakukan karena belum Golkar belum memberikan rekomendasi siapa yang akan direstui ke Pilkada. Diketahui, walau dipastikan akan diusung oleh partai lain ke Pilkada, Suharsi Igrisa tetap ikut penjaringan calon Golkar. Suharsi termasuk salah satu nama yang diusulkan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi.

“Hari ini belum keluar, kita juga belum bisa mengambil langkah-langkah untuk pemberian Punishment-nya. Kecuali ada rekomendasi yang diterbitkan oleh Partai ke salah satu calon, maka kepada Ibu Suharsi juga kita akan lakukan langkah-langkah untuk pencabutan keanggotaan yang bersangkutan sebagai kader Partai Golkar itu sendiri. Jika benar rekomendasi ini jatuhnya ke Iwan adam, maka kita usulkan ke DPD I, untuk diambil langkah-langkah pemecatan,” tutur Nasir.

BACA  Ngunduh Mantu, Proses Penjemputan Mempelai Wanita oleh Orang Tua Mempelai Pria

Menanggapi hasil rapat pleno ini, Hamdi Alamri menyatakan siap menerima segala keputusan dan konsekuensi yang diberikan partai kepadanya.

“Sebagai kader yang didik oleh Golkar dari awal dan tidak pernah berpartai selain dari Partai Golkar, maka ketika apapun konsekuensi yang akan diberikan. Penalti yang akan diberikan Golkar, maka saya Sami’na Wa Atho’na,” ucap Hamdi saat dihubungi. (ryn/ayi/hg)


Komentar