Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ikut Program KKN, Mahasiswa UNG Wajib Vaksin

Oleh Admin Hargo , dalam Edukasi Headline , pada Kamis, 2 September 2021 | 22:05 Tag: , ,
  Salah seorang mahasiswa UNG (membelakangi kamera) saat menjalani vaksin sebagai syarat untuk ikut KKN. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang program Kuliah Kerja Nyata (KKN) wajib menjalani vaksin. Itu dilakukan sebelum turun ke lokasi KKN. 

Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNG, Prof. Dr. Ishak Isa M.Si, mahasiswa yang hendak turun ke lokasi KKN diwajibkan untuk melakukan vaksinasi minimal vaksinasi tahap I. 

“Sesuai dengan hasil kunjungan ke lokasi, seluruh aparat desa itu mewajibkan bahwa mahasiswa itu sudah divaksin minimal satu kali. Karena kita tujuannya ke desa akhirnya kita menyahuti apa permintaan mereka,” kata Ishak Isa.

Lanjut katanya, untuk mahasiswa yang akan mengikuti KKN, namun tidak bisa divaksin dikarenakan mengidap penyakit tertentu, harus melampirkan surat keterangan dokter kepada pihak LPPM. 

Informasi lain yang berhasil dihimpun, sebanyak 3.250 mahasiswa UNG sudah mendaftar untuk ikut program KKN. Mereka akan diturunkan ke desa-desa mulai 12-15 September 2021. Akan ditempatkan di Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Gorontalo Utara (Provinsi Gorontalo) dan Kabupaten Banggai di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Selain harus vaksin minimal tahap I, ada dua daerah yakni Boalemo dan Banggai (Sulteng) yang mengharuskan mahasiswa sebelum turun KKN harus Swab Antigen. Mereka sudah menyurat ke kita bahwa dua hari sebelum turun, mahasiswa harus sudah di swab antigen,” ungkap Ishak Isa ketika ditemui di ruangannya Kamis, (02/09/2021)

Coaching akan dilaksanakan 07 September  2021 mendatang. Guna memudahkan, pihak LPPM akan memberikan hak penuh kepada mahasiswa untuk memilih lokasi yang diinginkan.

“Mahasiswa harus cepat memilih sistem LPM UNG (Lpm.ung.ac.id) untuk memilih lokasi yang diinginkan. Alasannya, karena kuota mahasiswa tiap satu posko adalah 15 orang, jika sudah full, maka dengan otomatis akan ditolak oleh sistem,” tambah Ishak Isa menjelaskan.

Mahasiswa yang siap turun KKN diharapkan bisa menjaga kesehatan mulai dari sekarang, mempersiapkan program dan segala sesuatunya. Mahasiswa yang tidak bisa divaksin diharapkan untuk senantiasa mempersiapkan vitamin maupun stok obat-obatan yang memang dibutuhkan saat melaksanakan program KKN.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa peserta calon KKN, Dewi Paputungan juga menyatakan setuju dengan hal tersebut. Baginya, ini merupakan kebijakan yang harus dijalani. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 1,193 times, 1 visits today)

Komentar