Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ikut Ujian CPNS, Jimat Disisip di CD

Oleh Berita Hargo , dalam Indonesia 99 Kata , pada Rabu, 7 November 2018 | 13:11 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, MADIUN – Ada-ada saja!. Diera serba digital, masih tetap ada yang mempercai jimat. Termasuk untuk kepentingan mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang serba komputerisasi atau menggunakan metode computer asesmen test (CAT). Badan Kepegawaian Negara (BKN) sendiri sudah mengingatkan agar peserta seleksi CPNS tidak membawa jimat saat mengikuti ujian.

Seperti yang terjadi pada saat Computer Assisted Test (CAT) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.  Dikutip detikcom, seorang peserta tes kedapatan membawa bungkusan kain putih yang diselipkan di baju hingga celana dalam (CD). Petugas Satpol PP yang memeriksa peserta itu pun ‘menyita’ benda aneh yang diduga jimat tersebut. Bahkan, benda semacam itu tidak hanya didapat dari seorang tetapi belasan peserta tes.

BACA  Darwis Moridu Diberhentikan Sementara, Anas Jusuf Diajukan Plt. Bupati Boalemo

“Itu biasanya memang keyakinan orang Jawa ada saja yang seperti itu,” kata Kabid Mutasi Pegawai BKD Kabupaten Madiun Sri Diana Kusumaningrum.

Benda-benda itu disebut Diana biasanya disembunyikan para peserta di kerah kemeja, sepatu, saku hingga celana dalam. Benda-benda yang dibawa itu berupa kain putih, kayu, dan kertas yang dilipat.

BACA  Pasangan Nomor 4 Tak Hadir Debat, KPU: Kami Belum Dapat Konfirmasi

Pelaksanaan tes di Kabupaten Madiun sudah dilaksanakan sejak Sabtu (3/11) hingga Senin (5/11). Berdasarkan pengakuan peserta, Diana menyebut jimat itu dibawa agar lulus tes.

“Oleh panitia barang-barang sudah dibuang. Sebab, sejak awal panitia sudah mengingatkan kepada peserta, agar menitipkan benda berharga kepada saudara atau dititipkan ke tempat penitipan yang sudah disediakan panitia,” ujarnya.

BACA  Suharsi Tegaskan, Suara Masyarakat Jadi Ukuran Pelayanan Publik

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKD Mohammad Ridwan sebelumnya pernah mengingatkan agar para peserta tidak membawa telepon seluler (ponsel) hingga jimat. Bahkan apabila jimat itu mengganggu peserta lain bisa dilaporkan ke polisi.

“Kalau jimat juga aromanya mengganggu jadi seperti itu dibawa ke polisi karena sudah termasuk tindak pidana. Kita juga sudah kerja sama dengan polisi untuk mengamankan,” kata Ridwan, Kamis (25/10). (dhn/jor)


Komentar