Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ikut UKW, Tiga Wartawan di Gorontalo Dinyatakan Belum Kompeten

Oleh Berita Hargo , dalam Ragam , pada Rabu, 3 Februari 2021 | 22:05 WITA Tag: , ,
  Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga bersama peserta UKW. (Foto Istimewa/HUMAS)


Hargo.co.id, GORONTALO – Meskipun sukses digelar, namun pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo menyisahkan cerita. Maklum, dari 18 orang wartawan yang ikut UKW, terdapat tiga orang yang dinyatakan belum kompeten.

Perlu disampaikan bahwa UKW ini digelar atas kerja sama Aliansi Jurnalis Pohuwato (AJP) dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Pohuwato yakni Senin (01/02/2021) pra UKW, Selasa, (02/02/2021) hingga Rabu (03/02/2021) merupakan jadwa ujian.

Wakil Direktur Lembaga UKW UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Drs. Arif Wibawa menitipkan pesan kepada para wartawan di Pohuwato yang telah dinyatakan berkompeten untuk tidak jumawa. Sementara kepada yang belum berkompeten untuk tidak patah semangat, dan terus mencoba pada kesempatan yang lain.

BACA  Tak Ada Sanksi Push Up Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Limboto

“Setelah dinyatakan berkompeten, teman-teman wartawan tidak boleh bersikap sombong. Namun harus tetap saling menghargai terutama kepada narasumber,” kata Arif Wibawa.

Sementara itu, salah seorang penguji, Saibansah Dardani mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penilaian dari tim penguji, dari total 18 wartawan yang mengikuti, ada 3 peserta dinyatakan belum berkompeten.

“Seorang peserta dinyatakan belum berkompeten karena datang terlambat saat ujian berlangsung. Dua orang peserta lainnya dinyatakan belum kompeten karena nilai mereka tidak memenuhi batas standar yang ditentukan,” kata Saibansah Dardani.

BACA  Asisten III Pemprov Gorontalo Jadi Pj. Sekda Pohuwato

Ketua AJP, Jundi Dai, mengatakan bahwa UKW menjadi program pertama mereka pada 2021 ini. Semua ini atas dukungan Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga dan jajarannya.

“Pak bupati terus memberikan dukungan kepada kami, sehingga UKW ini dapat dilaksanakan,” tutur Jundi Dai

Bupatoi Pohuwato, Syarif Mbuinga mengatakan bahwa UKW sangat penting untuk melahirkan wartawan yang profesional. Mengingat saat ini profesi jurnalis sudah banyak diminati khususnya di kalangan milenial.

“Wartawan butuh sebuah legitimasi. Awal kita bertemu dalam paguyuban profesi wartawan AJP, saya pernah mengatakan organisasi ini harusnya punya mimpi besar ke depan. Menjadikan Pohuwato sebagai kiblat jurnalis di Provinsi Gorontalo,” kata Syarif Mbuinga.

BACA  Desa Talulobutu Jadi Pilot Project Kampung Tangguh di Bone Bolango

Dirinya lantas berharap agar wartawan yang telah dinyatakan berkompeten untuk tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kapasitas sebagai jurnalis profesional.

“Saya kenal semua wartawan Pohuwato. Mereka sangat berkompeten, dan telah banyak membantu kami pemerintah daerah dalam memberikan kontrol melalui pemberitaan yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah itu sendiri,” tambahnya.

Empat wartawan dari INN Grup, (dari kiri ke kanan), Muhammad Alfarisi Ali, Grasela Adolof, Abdul Najid Lasale dan Riyan Lagili. (Foto: Istimewa/HUMAS)

Pada Uji Kompetensi tersebut, juga diikuti oleh dua orang wartawan hargo.co.id, yakni Muhammad Alfarisi Ali, dan Riyan Lagili. Kedua wartawan tersebut dinyatakan telah berkompeten, dan direkomendasikan ke Dewan Pers untuk bisa menerima Sertifikat Wartawan Muda. (ayi/hg)


Komentar