Selasa, 1 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ilmuwan dari Chan Zuckerberg Biohub Desak Facebook Beri Sanksi ke Donald Trump

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Features Kabar Dunia , pada Senin, 8 Juni 2020 | 16:05 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi Facebook. Foto: REUTERS/Johanna Geron


Hargo.co.id, CALIFORNIA – Ratusan ilmuwan tergabung di lembaga Chan Zuckerberg Biohub, meminta Facebook menghapus unggahan Presiden Amerika Serikat tentang aksi protes menentang rasisme.

Dalam sebuah surat, dikutip dari laman Cnet, para ilmuwan berpendapat Facebook membiarkan Presiden Trump, “menyebarkan misinformasi dan pernyataan yang menghasut.”

Selain itu, Trump juga dinilai tidak mematahui kebijakan platform tersebut (Facebook) terhadap hal yang memicu kekerasan.

BACA  Dianggap Berbahaya, 89 Perusahaan Tiongkok Masuk Daftar Hitam AS

“Kami mendesak Anda mempertimbangkan kebijakan yang lebih ketat tentang misinformasi atau bahasa hasutan yang membahayakan orang atau sekelompok orang, terutama dalam situasi bergulat dengan keadilan ras seperti saat ini,” kata mereka.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Chan Zuckerberg Biohub merupakan lembaga nirlaba penelitian medis yang didanai oleh Chan Zuckerberg Initiative, lembaga amal milik CEO Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan.

BACA  Zoom Versi Gratis Tidak Akan Dibatasi 40 Menit pada Tanggal Ini

Chan Zuckerberg Initiative dan Chan Zuckerberg Biohub menyatakan kelembagaan mereka terpisah dari Facebook.

Protes dari 143 ilmuwan tersebut menambah tekanan kepada Zuckerberg.

Sebelumnya, karyawan Facebook melakukan aksi protes dengan “walk out” dari pekerjaan mereka, karena pimpinan mereka memutuskan tidak menghapus unggahan Trump yang berbunyi “when the looting starts, the shooting start”, ketika penjarahan mulai, tembakan mulai. (Cnet/ant/jpnn/hg)

BACA  Tak Mengakui Hasil Pilpres AS, Biden Sampaikan Pernyataan Keras kepada Trump

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh JPNN.com dengan judul: “Ratusan Ilmuwan Desak Facebook Beri Sanksi kepada Donald Trump”. Pada edisi Senin, 08 Juni 2020.

Komentar