Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Imbas Pembelajaran Daring, Persentase Siswa Bolos Cukup Tinggi

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 24 Oktober 2021 | 00:05 AM Tag: ,
  Ilustrasi. Imbas pembelajaran Daring di Gorontalo Utara

Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari penyelenggaraan pendidikan di Gorontalo Utara (Gorut). Siswa yang meninggalkan sekolah atau bolos di) cukup tinggi, yakni 17,8 persen selama masa pandemi ini. 

Itu lantas menimbulkan asumsi jika para siswa mengalami penurunan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Kendati demikian, terhadap angka putus sekolah di Gorontalo Utara akibat pandemi Covid-19, tidak ada atau 0 persen.

“Tak ada yang putus sekolah, namun efeknya tetap ada kepada para siswa. Yakni menurunnya semangat untuk belajar ada pada angka 17,8 persen secara keseluruhan,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Gorontalo Utara, Irwan A. Usman.

Siswa tak masuk sekolah oleh Irwan A. Usman, merupakan sebuah kewajaran. Artinya, para siswa mengalami kejenuhan dengan metode pembelajaran yang ada saat ini yang dilaksanakan secara daring. 

“Kita menganggap itu merupakan sebuah hal yang wajar, sebanyak 17,8 persen yang bolos. Mereka merasa jenuh dengan metode pembelajaran daring. Dan itu dapat dibuktikan dengan hasil survey yang dilaksanakan pada Desember 2020 sebanyak 87 persen siswa yang menolak untuk ikut dalam pembelajaran dengan metode daring,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar