Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Imbauan Kemenag, Bayar Zakat Sebelum Ramadan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 7 April 2020 | 17:05 PM Tag:
  Ilustrasi. Bayar zakat tahun ini diimbau sebelum ramadan. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengeluarkan surat edaran panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 Hijriah di tengah wabah virus Corona (COVID-19). Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 itu dikeluarkan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah meski sedang ada wabah penyakit. Ada 15 poin panduan yang diatur dalam surat edaran tersebut. Salah satunya mengatur soal pembayaran zakat infaq dan sedekah (ZIS).

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, dalam menyikapi penularan Covid-19, Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk membayar zakat sebelum Ramadan. Ini tertuang dalam poin ke 11 yang mengatur pedoman pengumpulan Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Adapun ketentuan di dalamnya yaitu, mengimbau kepada segenap umat muslim agar membayarkan zakat hartanya segera sebelum puasa Ramadan. Sehingga bisa terdistribusi kepada mustahik (penerima zakat) lebih cepat.

Bagi organisasi pengelola zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian. Hal tersebut diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.

Kemudian, organisasi pengelola zakat berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di lingkungan sekitar.

Kemudian memastikan satuan pada organisasi pengelola zakat, lingkungan masjid, musala dan tempat lainnya untuk melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), alat pencatatan, tempat penyimpanan dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.

Serta mengingatkan para panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS untuk meminimalkan kontak fisik langsung, seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat.

Tak hanya mengatur soal pembayaran, surat edara itu juga mengatur pedoman penyaluran zakat fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) yaitu organisasi pengelola zakat, unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menghindari penyaluran zakat fitrah kepada Mustahik melalui tukar kupon dan mengadakan pengumpulan orang.

Organisasi pengelola Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menghindari penyaluran Zakat Fitrah kepada mustahik melalui tukar kupon dan mengumpulkan para penerima Zakat Fitrah.

Organisasi pengelola zakat, unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk melakukan penyaluran dengan memberikan secara langsung kepada mustahik.
Organisasi pengelola zakat, unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia pengumpul Zakat Fitrah atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk proaktif dalam melakukan pendataan Mustahik dengan berkoordinasi kepada tokoh Masyarakat maupun ketua RT dan RW setempat.

Berkaitan pengumpulan dan penyaluran Zakat Fitrah dan/atau ZIS, Kemenag juga meminta petugas agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tisu).
“Ini agar zakat tersebut bisa terdistribusi kepada Mustahik lebih cepat. Tentunya kita berharap, ini dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan agar dapat bergembira juga menyambut Ramadan,” ujar Menag seperti yang dikutip dari website resmi kemenag.go.id.

Sementara itu, Plt. Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, M.HI melalui Kasubag Umum dan Humas, H. Rachman Lukman Abdul, S.Ag menyampaikan bahwa memang di Gorontalo sendiri selalu memiliki tradisi untuk melakukan penyerahan ZIS di akhir ramadan. “Bahkan dikatakan sebelum khatib turun dari mimbar. Akan tetapi hari ini kita sedang mengalami wabah virus Covid-19, sehingga penyalurannya dilakukan dengan tidak mengumpulkan orang yang banyak. Sehingga pengumpulannya dilakukan lebih cepat,” pungkasnya.

Surat edaran Kementerian Agama juga berisi pedoman ibadah lain saat Ramadan dan Idul Fitri. Misalnya soal sahur dan buka puasa bersama yang diminta hanya dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama).

Juga tentang pelaksanaan salat tarawih yang juga diminta dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah.

Begitupun dengan tilawah atau tadarus Alquran yang diharapkan dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran.
Sementara itu terkait dengan buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.

Begitupun dengan acara peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala juga ditiadakan.

Kemenag juga meminta agar tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan di masjid/musala.

Begitupun dengan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan. Termasuk kegiatan salat tarawih keliling (tarling), takbiran keliling. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/musala dengan menggunakan pengeras suara. Sementara pesantren kilat cukup dilakukan melalui media elektronik.

Untuk kegiatan silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, diminta untuk dilakukan melalui media sosial dan video call/conference;
“Semua panduan di atas dapat diabaikan bila pada saatnya telah diterbitkannya pernyataan resmi Pemerintah Pusat, untuk seluruh wilayah negeri, atau Pemerintah Daerah untuk daerahnya masing-masing, yang menyatakan keadaan telah aman dari COVID-19,” kata Menteri Agama Fachrul Razi. (wan/detik.com/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar