Jumat, 7 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Importir Teken Kesepakatan Wajib Beli Gula Petani

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Bisnis Ekonomi Kabar Nusantara , pada Minggu, 12 Juli 2020 | 01:05 WITA Tag:
  Belasan pengusaha importir gula menjalin kesepakatan dengan APTRI soal pembelian gula petani, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (10/7). Foto: dokumentasi APTRI for JPNN


Hargo.co.id, JAKARTA – Sebanyak 12 importir gula dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) resmi menandatangani kesepakatan pembelian produksi petani di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jumat (10/7) kemarin.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan APTRI dengan Menko PMK Airlangga Hartarto pada Kamis (2/7) lalu. Saat itu, pengurus APTRI menyampaikan keluhan soal rendahnya harga jual gula hasil produksi mereka akibat gempuran pemanis impor.

Keluhan itu direspons Airlangga dengan mengerahkan 12 importir untuk menyerap gula produksi petani yang tergabung dalam APTRI. Harga yang didapatkan petani pun lumayan tinggi, Rp 11.200/kg.

BACA  Kritik Tapera, Irwan Fecho: Berhenti Membebani Rakyat

“Kemarin telah ditandatangani kesepakatan pembelian gula petani oleh importir gula di kantor Kemenko Perekonomian,” kata Sekretaris Jenderal APTRI M Nur Khabsyin sebagaimana dilansir JPNN.com, Sabtu (11/7).

Belasan importir gula yang berkomitmen membeli gula ;petani ini merupakan perusahaan yang juga telah mendapatkan izin impor. Namun, mereka memprioritaskan penyerapan gula produksi petani dalam negeri yang sebelumnya tidak mendapatkan harga jual yang layak.

Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan Deputi Kemenko PMK Musdalifah, Kepala Balitbang Kemendag Oke Nurwan, Direktur Impor Kemendag I Gusti Ketut Astawa, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Susi Herawaty, serta perwakilan Kemenperin.

BACA  HUT Kemerdekaan RI Tahun Ini Tidak Ada Seleksi Paskibraka Istana

Nur Khabsyin menyebutkan, sejak adanya kebijakan pemerintah soal pembelian gula petani oleh importir gula, harga pemanis yang mereka produksi terus mengalami kenaikan yang signifikan.

“Setelah pengurus APTRI diterima Pak Menko Airlangga, 2 Juli 2020 yang menugaskan importir membeli gula petani, harga gula terus naik dan hari ini gula tani laku dijual 10.975/kg. Padahal sebelumnya hanya 10.000/kg,” jelas Nur.

Pihaknya meyakini dengan adanya kebijakan pemerintah yang ditindaklanjuti penandatanganan kesepakatan antara petani dengan importir gula, akan berdampak positif terhadap penjualan gula petani.

BACA  Tak Setuju Pembahasan RUU HIP, Pemerintah Usulkan RUU BPIP

“Kami yakin dengan adanya kesepakatan pembelian gula antara APTRI dan perusahaan importir gula dengan harga Rp 11.200/kg, ke depan harga gula akan naik di atas itu karena ada sentimen positif terhadap pasar,” tandasnya. (fat/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Belasan Importir Teken Kesepakatan Wajib Beli Gula Petani, Harganya Sebegini“. Pada edisi Sabtu, 11 Juli 2020.

Komentar