Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Indra Yasin Rawan Ditinggalkan Partai

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 12 September 2017 | 12:59 WITA Tag: , ,
  


Ini Langkah Aman buat Indra Yasin

GORUT, hargo.co.id – Langkah Indra Yasin untuk membangun koalisi besar pada pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) 2018, terancam gagal.

Pasalnya, sejumlah partai yang sebelumnya memberi isyarat mendukung petahana, mengalami dinamika internal yang bisa berpengaruh terhadap dukungan Bupati Indra Yasin di Pilbup tahun depan.

Salah satu Dinamika partai yang bisa memberi pengaruh adalah musyawarah cabang (muscab) PDIP Gorut yang memutuskan mengusung kadernya yaitu Djafar Ismail di Pilkada. Ini bisa memberi pengaruh signifikan terhadap konstalasi politik di internal gerbong partai pengusung Indra Yasin.

Yang terdiri dari PDIP, Partai Demokrat, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bila kader PDIP tak digandeng, maka PDIP kemungkinan tidak akan mendukung Indra Yasin.

“Ya itu (mengusung kasder di Pilkada.red) disepakati dalam Muscab. PDIP akan mengusung kader. Proses partai sementara berjalan,” ujar Ketua DPC PDIP Gorut, Djafar Ismail.

BACA  Ketambahan 30 Orang, Jumlah Kasus Covid-19 di Gorontalo Jadi 316 Pasien

Makanya sampai saat ini Indra Yasin belum dalam posisi aman. Karena upayanya untuk membangun sebuah koalisi besar sebagai alat angkut di Pilkada akan sulit terwujud. Bukan saja karena adanya sikap kader PDIP mencalonkan kadernya, juga karena adanya geliat internal partai lain seperti PAN.

Jika awalnya pengurus wilayah terlihat berafiliasi dengan Indra Yasin, namun ternyata itu bukan jaminan. DPP PAN telah memberi signal akan memberikan rekomendasi kepada Roni Imran yang merupakan kader partai dengan peluang kemenangan yang besar.

“Kami sangat optimis, Roni Imran akan mendapatkan rekomendasi. Sudah ada signal dari DPP,” ujar Saiful Karim, Ketua Tim Kerja Roni Imran.

Selanjutnya Partai Demokrat (PD). Sejauh ini memang intensitas pertemuan antara pengurus PD Gorut dengan Indra cukup tinggi. Bahkan disebut-sebut PD menjadi king maker pembentukan koalis Parpol pendukung Indra. Namun, berkembang bahwa PD akan melanjutkan koalisinya bersama Golkar seperti Pilgub lalu. Sehingga peluang besar, PD akan masuk dalam gerbong Golkar di Pilkada Gorut. Terlebih sikap partai akan disetir ditingkat DPD sebelum ditetapkan DPP.

BACA  Pengemudi Tak Kenakan Masker, Siap-siap Kena Tilang

Gerindra dan PKS pun demikian. Dua partai ini bahkan diklaim sebagai pendukung utama Indra Yasin yang telah manggandeng Thariq Modanggu. Namun, kedua partai ini terlihat mendukung Indra hanya karena adanya Thariq Modanggu.

Tentu dengan harapan, Thariq bisa menjadi kader partai untuk mendongkrak perolehan suara di Pileg 2019 yang menjadi target utama. Peluang pecah kongsi antara Gerindra dan PKS terbuka lebar memperebutkan Thariq.

Kemudian PPP juga sejak awal menyatakan akan menyodorkan kadernya di Pilbup Gorut. Ketua DPW PPP Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, PPP mempersiapkan kadernya untuk diusung. Yaitu Alfian Pomalingo yang kini duduk di DPRD Provinsi Gorontalo.

BACA  Takut Terpapar Corona, Warga Mulai 'Alergi' Rumah Sakit

Sementara Hanura yang memang tidak memiliki kader yang potensial diusung ke Pilbup, sedari awal mengisyaratkan memberikan dukungan untuk Roni Imran. Isyarat itu datang dari Ketua DPD Hanura Provinsi Gorontalo Adhan Dambea.

Dengan situasi ini, sejumlah kalangan menilai, Indra Yasin harus menentukan langkah alternatif selanjutnya untuk mengamankan posisinya agar dapat maju mencalonkan diri. Pertama, dapat dilakukan dengan mempersiapkan jalur independen. Kedua, mencari pendamping dari unsur kader partai.

Mengingat, Indra maupun Thariq bukan representasi partai, sehingga dapat berpengaruh terhadap milintasi kader partai yang akan mendukungnya nanti. Ada beberapa politisi yang santer disebut-sebut layak berpasangan dengan Indra Yasin yakni Ketua DPC PDIP Djafar Ismail dan Ketua DPD II Golkar Gorut Thomas Mopili.

Dinamika politik masih terus berkembang, semua kemungkinan masih dapat terjadi beberapa bulan kedepan sebelum pendaftaran calon februari 2018 mendatang.(idm/hargo)


Komentar