Jumat, 22 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Inggris dan Prancis Terlibat Aksi Saling Balas, Gegara Karantina COVID-19

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 25 Agustus 2020 | 12:05 WITA Tag: , , ,
  Suasana Kota di Paris saat Lockdown. Foto: Cyril Marcilhacy/Bloomberg


Hargo.co.id, PARIS – Urusan karantina COVID-19 berpotensi memicu konflik antara dua raksasa Eropa, Inggris dan Prancis.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Inggris sejak 15 Agustus mewajibkan semua orang yang tiba dari Prancis untuk langsung mengisolasi diri, dengan alasan tingkat infeksi COVID-19 di Prancis tinggi.

Pada Jumat (21/8), Inggris juga mengatakan semua orang yang berangkat dari Inggris ke Prancis diwajibkan membuat pernyataan bahwa mereka tidak memiliki gejala virus corona atau melakukan kontak fisik dengan pengidap corona selama 14 hari sebelum melakukan perjalanan.

BACA  Virus Baru Covid-19 Muncul, Begini Penjelasan Satgas

Kebijakan itu jelas membuat Prancis kesal dan meluncurkan kebijakan balasan. Dalam beberapa hari mendatang Prancis akan balas memberlakukan kewajiban karantina 14 hari.

“Kita akan melakukan langkah yang disebut timbal balik sehingga teman-teman kita di Inggris tidak menutup perbatasan secara satu arah,” kata Menteri Muda Urusan Eropa Clement Beaune kepada saluran televisi Prancis France 2, Senin (24/8).

BACA  Azan Piola: Vaksinasi adalah Solusi Pencegahan Covid-19

“Bagi para pelancong yang kembali dari Inggris, mungkin akan ada langkah-langkah pembatasan yang diputuskan dalam beberapa hari mendatang oleh Perdana Menteri dan oleh Dewan Pertahanan.”

Pemberlakuan aturan karantina oleh Inggris telah memukul tempat-tempat liburan favorit warga Inggris pada pertengahan musim panas. Otoritas beberapa negara menganggap Inggris tidak perlu mengambil langkah itu. (ant/dil/jpnn/hg)

BACA  Soal Varian Baru Covid-19, Ini Aturan dari Satgas

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Gegara Karantina COVID-19, Inggris dan Prancis Terlibat Aksi Saling Balas“. Pada edisi Senin, 24 Agustus 2020.

Komentar