Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



  

Hargo.co.id – Bukti kalau zat kimia berbahaya sarin digunakan untuk serangan kimia yang membunuh lebih dari 80 orang dan melukai ratusan lain di Provinsi Idlib, Syria, pekan lalu, memicu pertanyaan besar. Siapa yang menyuplai senjata itu kepada rezim berkuasa Presiden Bashar Al Assad?

Kelompok hak asasi manusia dan aktivis senjata militer punya dugaan. Mereka menyebutkan, adalah Inggris yang mengekspor zat kimia untuk bahan baku sirin ke rezim Syria. Tak hanya itu, Inggris juga disebut menjual perangkat khusus setelah tahun 2000 yang sekarang digunakan untuk program senjata kimia.

Tuduhan kalau Inggris kemungkinan mensuplai zat kimia mematikan ke Syria sedang diselidiki Committees on Arms Export Controls (CAEC). Pada 2013, sekretaris bisnis CAEC saat itu, Vince Cable, diminta komite CAEC untuk mengungkapkan nama-nama perusahaan yang diberi izin untuk mengekspor zat kimia ke Syria pada 2004-2012. Tetapi, Cable menolaknya.

”Tetapi, ini dilakukan agar anggota komite tidak mengambil untung dari informasi penting tersebut,” kata John Stanley, chairman CAEC. ”Ini adalah masalah serius,” sambungnya.

Dari data yang dikumpulkan Campaign Against the Arms Trade mulai 2008, tidak ada bukti yang merujuk kenyataan kalau Inggris menyuplai Syria dengan zar kimia apa pun selama sembilan tahun belakangan.

Tetapi pada Juli 2014, menteri luar negeri Inggris saat itu William Hague, memastikan di hadapan parlemen kalau Inggris mengekspor zat kimia yang sepertinya digunakan Syria untuk program senjata kimia. Hague mengungkapkan kalau ekspor itu berjumlah ratusan ton dari beberapa zat kimia berbahaya.

”Semua zat kimia ini punya banyak manfaat. Mulai pabrik plastik sampai farmasi. Namun, zat-zat itu juga bisa digunakan untuk membuat sarin. Beberapa dari zat juga bisa dibikin racun VX.

Karena itu, ekspor bahan-bahan berbahaya ini sangat dilarang di bawah undang-undang perdagangan Inggris sejak 1980an,” katanya. Racun VX juga berbahaya. Itu adalah racun yang digunakan untuk membunuh Kim Jong-nam, kakak pemimpin Korut, Kim Jong-un. (theguardian/tia)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar