Selasa, 26 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Berlibur ke Pulau Bali, Wajib Jalani Tes RT-PCR

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 20 Desember 2020 | 19:05 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi. Salah satu objek wisata di Pulau Bali. Terkait dengan Covid-19, bagi siapa yang hendak berlibt ke Pulau Bali, wajib jalani Tes PT-PCR. (Foto Istimewa/Twisata)


jpnn.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur tentang persyaratan bagi pelaku perjalanan. Dalam aturan ini, Satgas Covid-19 salah satunya mengatur kewajiban bagi pelancong yang hendak berkunjung ke Bali.

Seperti yang dilansir jpnn.com, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, aturan ini berlaku sejak 19 Desember hingga 8 Januari 2021. Aturan tersebut dalam rangka mewajibkan pelaku perjalanan menjalankan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan virus Corona.

BACA  P2G Desak Kemendagri Periksa Perda Terkait Potensi Intoleran di Sekolah

“Untuk perjalanan ke Pulau Bali, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia,” kata Wiku dalam keterangan yang diterima, Ahad (20/12/2020) kepada jpnn.com.

BACA  Tiba di Gorontalo, Vaksin Covid-19 Dikawal Ketat

Wiku menambahkan, untuk pelancong yang menggunakan moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan.

BACA  Vaksin Covid-19 Bakal Sasar 1.041 Warga Gorontalo Utara

Kemudian, bagi pelancong juga diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Di samping itu, Wiku juga mengatakan bahwa anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.(tan/jpnn)


Komentar