Senin, 14 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Lewat Jalur Perseorangan di Kabgor, Minimal 24.174 Dukungan

Oleh Deice Pomalingo , dalam Gorontalo Kabar Politik , pada Rabu, 30 Oktober 2019 | 17:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Figur calon yang ingin bertarung di tiga Pilkada Gorontalo pada tahun depan, dan akan memilih jalur independen, harus berhitung dengan cermat. Atas keputusan politik yang akan diambil. Pasalnya, untuk bisa ditetapkan menjadi calon independen, figur calon harus berjuang ekstra untuk menggalang dukungan masyarakat.

Berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten Gorontalo, calon independen harus memenuhi 8,5 persen dukungan dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019. Ketua KPU Rasyid Sayiu mengatakan, DPT pemilu 2019 tercatat sebanyak 284.392 pemilih.

“Jadi minimal dukungan yang harus dikumpulkan calon independen sebanyak 24.174 dukungan,” ungkap Rasyid.

Karena itu Rasyid menganjurkan untuk calon perseorangan atau independen, dari saat ini sudah harus mengumpulkan dukungannya. Penyampaian syarat dukungan sudah harus dilaksanakan akhir tahun.

“Karena nanti sekaligus akan diverifikasi. Setelah diverifikasi dan jika memenuhi syarat, calon independen berhak untuk mendaftarkan diri menjadi calon bupati dan wakil bupati Gorontalo,” jelas Rasyid.

BACA  Koalisi PDI Perjuangan-PAN Usung Tonny -Daryatno di Kabgor

Ia menambahkan, selain harus memenuhi jumlah dukungan , dukungan calon independen harus tersebar minimal di 10 kecamatan dari 19 kecamatan se Kabupaten Gorontalo.

“Jadi harus tersebar di 10 kecamatan, jadi tidak boleh hanya fokus di satu atau dua kecamatan saja,” tegas Rasyid.

Sementara di Kabupaten Bone Bolango, calon independen harus mengantongi 11 ribu lebih dukungan masyarakat. Ini menyusul ditetapkannya jumlah minimum dukungan persyaratan dan persebaran pasangan calon perseorangan oleh KPU Bone Bolango lewat rapat pleno belum lama ini.

KPU menetapkan batas minimal dukungan bakal calon perseorangan harus sejumlah 11.205 dukungan dan harus tersebar lebih dari 50 persen jumlah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango yakni paling sedikitnya 10 Kecamatan. Jumlah minimum tersebut didapat dari hasil angka sebelumnya yang dibulatkan 11.204,7.

Ketua KPU Bonbol, Adnan Berahim mengatakan penetapan batas minimal dukungan bakal calon perseorangan, masih mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, dan batas minimal 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap yang terdaftar, sebagaimana pada peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017.

BACA  Gorontalo Masuk 11 Provinsi Taat Inpres Nomor 6

“Karena itu DPT di pemilu terakhir berjumlah 112.047 pemilih, sehingga 10 persen dari total itu adalah 11.204,7. Jika dibulatkan menjadi 11.205 dukungan. Dan harus tersebar lebih dari 50 persen jumlah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango yakni paling sedikit 10 Kecamatan,” jelas Adnan.

Dengan sudah ditetapkannya batas minimum dukungan tersebut maka ia berharap menjadi hal utama yang harus diperhatikan bersama sebagai syarat untuk maju jalur perseorangan.

“Bagi masyarakat yang punya niat untuk mencalonkan diri melalui calon perseorangan, kiranya dapat mengumpulkan dukungan dengan jumlah minimum dan jumlah sebaran yang telah ditetapkan oleh KPU Bone Bolango, ” pungkasnya.

Sementara itu untuk Pilkada Pohuwato, syarat minimal calon independen dipatok pada angka 9.984 dukungan. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua KPU Kabupaten Pohuwato, Rinto S. Ali, saat dikonfirmasi, Senin (28/10) kemarin.

BACA  Ismet Mile-Sukandi Talani Siap Bertarung di Bone Bolango

“Kita baru meng-SK-kan. Kalau pengumuman resmi nanti tanggal 25 November. Sesuai dengan pasal 10 Undang-undang PKPU tentang pencalonan. Itu penduduk dari 0 sampai 250 ribu itu harus hitungannya 10 persen dari DPT-nya, jadi kita masuk di situ. DPT kita terakhir 99.839, 10 persen dari situ dia dapat 9.983,9 dibulatkan menjadi 9.984,” ujar Rinto.

Dirinya menambahkan bahwa selain syarat minimal dukungan, ada juga syarat yang harus dipenuhi bagi calon independen. Yakni syarat minimal persebaran dukungan. Dimana harus mencapai minimal 50 persen dari total jumlah kecamatan.

“Di Kabupaten Pohuwato terdapat total 13 kecamatan. Jadi untuk mencapai syarat minimal persebaran dukungan 50 persen, minimalnya dukungan harus tersebar di 6,5 kecamatan atau dibulatkan menjadi 7 kecamatan. Kita umumkan pada 25 November. Adapun dukungan yang disampaikan kita terima sejak 11 Desember sampai batas waktu tanggal 5 Maret tahun 2020,” pungkas Rinto. (wie/csr/ayi/gp/hg)


Komentar