Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Liburan ke Bali?, Ini 8 Syarat untuk Wisatawan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 1 Agustus 2020 | 12:05 WITA Tag: , ,
  Turis asing liburan di Bali. (Foto: Natalia Laurens/JPNN)


Hargo.co.id, DENPASAR – Bali sudah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan domestik. Namun, ada aturannya baru bagi wisatawan yang masuk ke Bali.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur persyaratan itu.

Surat Edaran bernomor 15243 Tahun 2020 itu berisi tentang Persyaratan Wisatawan Nusantara Berkunjung ke Bali setelah dibukanya aktivitas pariwisata setempat untuk wisatawan domestik mulai 31 Juli.

“Salah satu hal yang menjadi dasar pertimbangan SE Gubernur Bali ini adalah kepariwisataan Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberi pelindungan, kenyamanan, dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dalam masa pandemi COVID-19,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, di Denpasar.

BACA  Pemerintah Tetapkan Cuti Bersama Natal dan Idulfitri Hanya 2 Hari

Dalam Surat Edaran ada sejumlah ketentuan yang diatur dalam SE itu yakni;

1. Wisatawan nusantara yang berkunjung ke Pulau Dewata haruslah bebas COVID-19 dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimum hasil non-reaktif rapid test dari instansi yang berwenang.

2. Masa berlaku surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test untuk berkunjung ke Bali itu paling lama 14 hari sejak surat keterangan tersebut dikeluarkan.

Bagi wisatawan yang telah menunjukkan surat keterangan yang masih berlaku, tidak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis COVID-19.

3. Wisatawan yang tidak bisa menunjukkan surat itu, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Bali.

BACA  Tak Taat 3M Membuat Angka Penderita Covid-19 Bertambah

4. Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani proses karantina di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

5. Wisatawan yang positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab akan dirawat di fasilitas kesehatan di Bali. Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab wisatawan.

6. Sebelum keberangkatan ke Bali, setiap wisatawan berkewajiban mengisi Aplikasi LOVEBALI. Petunjuk Aplikasi LOVEBALI dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id. Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap Wisatawan sudah mengisi Aplikasi LOVEBALI.

7. Selama melaksanakan aktivitas wisata di Bali, wisatawan berkewajiban melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Bali Era Baru sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Bali diantaranya menggunakan masker/pelindung wajah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan memenuhi ketentuan menjaga jarak minimal satu meter pada saat berinteraksi dan duduk, serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

BACA  Ribuan Warga Menolak Edukasi Protokol Kesehatan

8. Selama berada di Bali, wisatawan diimbau mengaktifkan Global Positioning System (GPS) pada smartphone demi upaya pelindungan dan pengamanan bagi wisatawan. Wisatawan bisa menyampaikan keluhan atau masalah selama berada di Bali melalui aplikasi LOVEBALI.

Gede Pramana mengingatkan wisatawan berkewajiban mematuhi ketentuan dalam Surat Edaran tersebut, dan bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (ant/ngopibareng/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Ini 8 Syarat untuk Wisatawan yang Ingin Liburan ke Bali“. Pada edisi Sabtu, 01 Agustus 2020.

Komentar