Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Memotret Gerhana Matahari? Ini Aturannya

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 7 Maret 2016 | 14:52 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA—Semua orang yang menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) tentu sangat ingin mengabadikan momen berharga tersebut.  Bagi peneliti GMT, tentu akan mencari foto GMT sebagus mungkin.

Dosen jurusan astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) Dhani Herdiwijaya, mengingatkan untuk memotret GMT, harus pakai pelindung kamera. Jika tidak sensor kamera bahkan mata orang yang memotret bisa rusak.

BACA  Cegah Obesitas, Ini 6 Kiat Agar Cukup Tidur

Pelindung baru boleh dicopot ketika masuk fase gerhana total. “Jika di Belitung nanti fase ini berdurasi sekitar 2 menit, ya hanya 2 menit pengamatan langsung aman dilakukan,” terang Dhani.

Kamera tertentu terutama DSLR, mirrorless dan pocket harus memakai filter khusus jika ingin memotret secara langsung mengarah ke matahari.

BACA  4 Fakta Pneumonia pada Anak yang Wajib Anda Tahu

Fotografer tidak diperkenankan memotret dengan melihat secara langsung dari view finder kamera. Apalagi tanpa pelindung.Semua penikmat GMT juga diingatkan kembali untuk memakai kacamata khusus. Jenis ND5.

Sementara itu, peneliti di Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Emanuel Sungging Mumpuni kemarin mengatakan sudah berada di Halmahera.

BACA  Benarkah Lidah Buaya Bisa Mengobati Biduran?

Untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Maba di Halmahera Timur. Dia memperkirakan 70 persen langit Maba saat gerhana nanti tidak tertutup awan. “Mudah-mudahan cerah,” jelasnya. Tantangan pemantauan GMT kali ini adalah, gerhana terjadi di saat musim basah. (bil/wan/kim/flo/jpnn/hargo)


Komentar