Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Tahu Modus Terbaru Selundupkan Cap Tikus ke Gorontalo? Baca di Sini

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 18 Februari 2020 Tag: , ,
  Personel Gabungan Polsek Bone dan Koramil Bone Pantai berhasil menggagalkan penyelundupan 875 liter Cap Tikus asal Sulut yang dibawa melalui jalur laut. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pesisir Selatan Gorontalo nampaknya menjadi pintu masuknya minuman keras (MIras) dari Sulawesi Utara (Sulut). Buktinya, setelah digagalkan saat ingin melintas di perbatasan Bone Bolango-Bolaan Mongondow Selatan, para pemasok mengambil jalur lain.

Ini semakin membuktikan jika Gorontalo merupakan lokasi pasar Cap Tikus yang terus dibidik oleh pemasok. Hanya berselang sehari berhasil menggagalkan 400 liter di Pesisir Selatan, petugas kembali menggagalkan penyelundupan 875 liter Cap Tikus dari Sulut.

Gabungan TNI-Polri yang berada di Jalan Trans Sulawesi, Pesisir Selatan, Desa Moodulio, Kecamatan Bone, Bone Bolango itu, Selasa (18/02/2020) menggagalkan penyelundupan lewat jalur laut.

Kapolsek Bone IPDA Riyanto Hadi melalui Kanit Reskrim Aipda. Eko Maulana menerangkan, awalnya polisi mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada sebuah perahu motor yang mengangkut Miras dari pantai Desa Lion, Kecamatan Posigadan, Bolaang Mongondow Selatan, Sulut. Perahu tersebut menuju pantai Desa Tombulilato, Bone Raya, Bone Bolango.

“Setelah menerima informasi tersebut, Personel Gabungan Polsek Bone dan Koramil Bone Pantai langsung bergerak ke lokasi sasaran dimaksud. Tepat pada pukul 06.00 Wita kami berhasil menemukan perahu motor tersebut bersama dengan 2 orang warga dan langsung melakukan penggeledahan,” terang Aipda Eko Maulana.

 Personel Gabungan Polsek Bone dan Koramil Bone Pantai berhasil menggagalkan penyelundupan 875 liter Cap Tikus asal Sulut yang dibawa melalui jalur laut. (Foto Istimewa)
Personel Gabungan Polsek Bone dan Koramil Bone Pantai berhasil menggagalkan penyelundupan 875 liter Cap Tikus asal Sulut yang dibawa melalui jalur laut. (Foto Istimewa)

Lanjut katanya, saat digeledah, dari dalam perahu tersebut personel menemukan ada 35 karung barang yang diduga kuat adalah Cap Tikus.

“Saat kita periksa, di dalam 35 karung tersebut terisi masing-masing 2 kantong plastik cap tikus berukuran 12,5l liter per kantungnya. Jika ditotalkan dalam satuan liter jumlah keseluruhan mencapai 875 Liter,” jelasnya.

Ditambahkan, berdasarkan pengakuan dari kedua warga masing-masing AP (34) dan AS (34), Cap Tikus ini berasal dari Desa Poopo, Kecamatan Passi, Bolaang Mongondow Timur. Sesuai rencana akan diantarkan kepada AS dan A yang beralamat di Desa Alo dan Desa Inomata, Bone Raya, Bone Bolango.

“Dari informasi dan data yang kita peroleh, AS dan A diketahui merupakan salah satu pemasok sekaligus penampung dan pengedar Cap Tikus terbesar yang ada di Bone Raya,” tambahnya.

Pengakuan kedua warga yang membawa Cap Tikus itu, sejak Pos Pengamanan Perbatasan Gabungan TNI-Polri diperketat, mereka terpaksa dan mulai sering menggunakan jalur laut untuk menyelundupkan cap tikus tersebut.

Selanjutnya barang bukti perahu langsung disita petugas, sementara 35 karung Cap Tikus beserta 1 mesin katinting dan 2 warga yang membawa miras tersebut. Semuanya diamankan ke Pos Pengamanan Perbatasan Gabungan TNI-Polri. (zul/hg)