Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ingin Tahu Total Anggaran Penanganan Covid-19 di Boalemo? Simak Beritanya

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kab. Boalemo , pada Rabu, 10 November 2021 | 06:05 AM Tag: , ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Tidak sedikit masyarakat yang bertanya, karena belum mengetahui berapa sebenarnya total anggaran yang digelontorkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo (Pemkab) Boalemo, untuk penanganan Virus Corona (Covid-19).

Terkait hal ini, Hargo.co.id mencoba menelusurinya. Melakukan konfirmasi langsung kepada sejumlah sumber di lingkungan Pemkab Boalemo. Termasuk kepada Plt. Bupati Boalemo, Anas Jusuf.

Menurut Anas Jusuf, realisasi anggaran penanganan Covid-19 di Boalemo, disesuaikan dengan jumlah kasusnya. Karena jumlah kasus Covid-19 di Boalemo rendah katanya, anggarannya yang terpakai pun, tidak terlalu besar.

“Yang paling kompeten menjawab ini Dinas Kesehatan, atau langsung ke BKAD. Untuk dana yang tak terealisasi, tentunya menjadi SILPA. Dan itu bisa dipakai untuk kebutuhan lain di Daerah, dengan ketentuan ada kesepakatan seluruh komponen Daerah,”ujar Anas, di Rumah Dinasnya, Senin, (08/11/2021).

Menurutnya, anggaran yang paling besar itu, digunakan untuk kegiatan Vaksinasi yang terus digencarkan hingga saat ini. Selain itu, dipakai pada saat seperti ada orang yang terkonfirmasi positif. Maka dalam hal melakukan Tracking Contack (Pelacakan Kontak), juga perlu anggaran yang tidak sedikit.

“Secara detail angkanya ada di instansi teknis. Namun, untuk yang paling banyak membutuhkan biaya setahu saya itu ya, seperti vaksinasi, termasuk kegiatan tracking contact, sisanya insentif para tenaga medis,” jelasnya, singkat.

Lantas, berapa total anggaran secara keseluruhan? Menanggapi pertanyaan Hargo.co.id, Kepala BKAD Boalemo Taufik Kumali, melalui Kabid Anggaran, Aston Labuga, memberikan penjelasan di ruang kerjanya, Senin, (08/11/2021).

Aston menyebut, pada 2020 lalu, total anggaran sebesar Rp 22 miliar sekian. Sedangkan di 2021 lanjutnya, sebanyak Rp 33,7 miliar. Artinya, jika diakumulasi untuk jumlah total anggaran penanganan Covid-19 terhitung 2020 hingga 2021 saat ini, terdapat kurang lebih Rp 55 miliar.

Apakah terpakai semuanya? Menurut Aston, anggaran pada 2020 lalu tidak semuanya terealisasi. Ia mengungkapkan, dari total Rp 22 Miliar sekian anggaran di 2020, hanya sebesar Rp 17 Miliar saja yang telah terealisasi, atau sekitar 77 persen.

“Kalau di 2021, anggaran Rp 33,7 miliar, realisasinya per 31 Oktober itu, Rp 7,250 Miliar. Untuk 2020 sudah terbayarkan semua. Baik untuk penanganan Covid-19, maupun insentif kesehatan, itu sudah terbayarkan,” katanya.

Kenapa ada yang tidak terealisasi, lanjutnya, karena memang menyesuaikan kondisi di lapangan. Menurut Aston, jika yang terpakai hanya kecil, hal itu menandakan angka kasus kecil pula. Ia menuturkan, angka kasus Covid-19 di Boalemo, memang tidak seberapa.

“Anggaran yang tersisa di 2020, tentu menjadi SILPA. Adapun di 2021, yang terealisasi baru sekian. Karena melihat kondisi Covid-19. Sehingga juga untuk Tenaga Kesehatan (Nakes), itu hanya sekitar Rp 1 Miliar sekian, karena kasus Covid-19 memang di bawah,” imbuhnya.

Seperti halnya yang disampaikan Plt. Bupati Boalemo. Menurut Aston, peruntukkan anggaran yang paling banyak, yaitu pada kegiatan vaksinasi. Selanjutnya, untuk insentif Nakes. Apakah anggaran penanganan Covid-19 di Boalemo ini maksimal? Menurutnya sangat maksimal.

“Outputnya di lapangan, menurut saya aman. Tapi untuk lebih detailnya ada di Dinas Kesehatan. APIP dan BPKP juga melakukan asistensi. Dan dari kita sendiri selalu melapor ke Kementerian Keuangan. Selain laporan per Minggu itu, kita juga ada laporan Bulanan,”pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Boalemo, Sutriyani Lumula, belum bisa memberikan keterangan pers, ketika disambangi Hargo.co.id di Kantor DPRD Boalemo, Selasa, (09/11/2021). (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 162 times, 1 visits today)

Komentar