Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Alasan Yenti Abubakar Lawan Polantas Pohuwato 

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 31 Oktober 2018 | 02:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Tak butuh waktu lama, video seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang melawan pihak Kepolisian saat akan ditilang di ruas Jalan Trans Sulawesi Kecamatan Marisa beredar luas di masyarakat. Namun, perlawanan itu bukan tak punya alalsan.

Berikut penuturan Yenti Abubakar (berita sebelumnya ditulis Entira Putri Abubakar) kepada Hargo.co.id. Menurutnya, video yang viral tersebut sebagai bentuk kekesalan terhadap tindakan Polisi. Yenti Abubakar menganggap Polisi tidak sesuai prosedur.

Dirinnya lantas menceritakan bahwa kejadian itu berlangsung ketika hendak pulang bersama suaminya, usai menikmati coto pada salah satu rumah makan di sekitar lokasi kejadian.

“Kami tidak lagi melalui jalur yang sebenarnya, karena lokasi kami sudah sangat dekat dengan pertigaan yang akan kami lalui. Sehingga itu kami langsung memilih untuk melawan arus karena dekat untuk langsung belok. Namun yang kami sangat sayangkan tindakan dari pihak Kepolisian tiba-tiba dengan menggunakan mobil langsung menghalangi jalan kami,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yenti yang merupakan warga Desa Buntulia Tengah Kecamatan Buntulia juga menyesalkan sikap petugas. Pasalnya, cukup banyak pengendara roda dua bebas berlalu lalang tanpa menggunakan helm namun tidak ditindaki. Bahkan dia juga menyayangkan cara pihak Polisi yang tidak menggunakan sapa santun sebagaimana mestinya.

“Langsung dorang cabut torang pe kunci motor. Saya kaget dan menanyakan apakah mereka sedang melakukan operasi. Tapi malah dorang jawab jangan banyak tanya, mana SIM dan STNK. Saya pun mengatakan lupa membawa SIM karena hanya pergi makan coto. Dan mereka pun memaksa untuk langsung membawa motor kami dengan cara kasar dan nada suara yang sudah tinggi,” tambahnya.

Lanjut Yenti hal inilah yang membuat dirinya terpancing emosi dan langsung mendorong anggota Polisi. “Pada video yang beredar itu sudah terpotong pak. Tidak dari awal. Nanti saya sudah emosi baru dorang ba video. Dorang pancing saya marah supaya ba serang pa dorang,” tuturnya.

Prosedur penilangan yang dilakukan pihak kepolisian pun dipertanyakan Yenti. Mengingat pada saat itu tidak ada papan operasi yang biasanya terletak di tengah jalan saat operasi lalu lintas berlangsung.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar