Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Bukti WNA Asal China ‘Mulus’ Masuk Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 28 Maret 2020 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Petugas kesehatan dari kantor kesehatan pelabuhan (KKP) pada Bandara Jalaludin Gorontalo, memeriksa tiga WNA asal China yang tiba di Gorontalo, Jumat (27/03/2020). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kunjungan warga negara China ke Indonesia, sepertinya masih terus berlangsung. Padahal awal Februari lalu, pemerintah resmi mengumumkan melarang WNA China masuk bahkan transit di Indonesia. Pelarangan itu berkaitan dengan pencegahan virus corona yang kini mewabah.

Seperti diketahui, virus corona muncul pertama kali dari Kota Wuhan, China. Pelarangan yang sama juga berlaku pada sejumlah negara, seperti Italy, Iran, Spanyol, Inggris dan Jerman.  Baru-baru ini, terdapat 49 tenaga kerja asing (TKA) asal Cina masuk di Kendari, Sulawesi Tenggara. Di Gorontalo tak ketinggalan, Jumat (27/3), dilaporkan tiga WNA China tiba di Gorontalo.

Tiga WNA China masuk ke Indonesia melalui Thailand, setelah transit di Jakarta, dengan pesawat Batik Air mereka tiba di Gorontalo, pagi kemarin.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelum ke Gorontalo, ketiga warga China tersebut sudah tiba di Jakarta, sejak Senin (09/03/2020).

Mereka ke Gorontalo sebagai tenaga kerja asing yang bekerja di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Karang, Kwandang, Gorontalo Utara. Ketiga WNA China tersebut bernama Yi Hao Hao (34), Zhang Huaikang (58) dan Zhu qing (58).

BACA  Pelaksanaan MTQ IX Terapkan Protokol Kesehatan

Saat tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo, mereka langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan, seperti pengukuran suhu tubuh. Hal ini dibenarkan, dokter pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Djalaludin Gorontalo.

“Memang benar ada tiga orang, ketiganya sudah kami periksa sesuai prosedur pemeriksaan, dan hasilnya normal,” ujar dr. Arifin, dokter KKP pada Bandara Djalaludin.

Artinya, tiga orang asal negeri tirai bambu itu, tidak menunjukan gejala seperti penderita virus corona atau Covid-19. Menurut dr.Arifin, selain dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan termometer infrared, petugas juga melakukan wawancara terkait keluhan-keluhan badan dan menanyakan riwayat perjalanannya.

Serta memeriksa dokumen yang berhubungan dengan status kesehatan mereka, seperti health alert card. Ketiganya juga telah melalui masa karantina selama 14 hari di Thailand sebelum masuk Indonesia.

BACA  Pemerintah Pusat Minta Daerah Tidak Asal Buka Bioskop

“Setelah di periksa tidak ditemukan adanya indikasi terjangkit Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kemenkumham Gorontalo membenarkan tiga WNA China itu masuk ke Gorontalo, kemarin. Ketiganya diizinkan masuk Indonesia dan ke Gorontalo, lantaran telah mengantongi kartu izin tinggal sementara atau KITAS dari Pemerintah Indonesia. Pembatasan WNA sesuai dengan Permenkumham Nomor 8/2020 merupakan visa baru dan visa kunjungan kedatangan, bukan untuk pekerja yang mengantongi izin tinggal sementara.

“Mereka resmi kerja disini (Gorontalo), apalagi TKA itu sudah menjalani masa karantina di Thailand selama 14 hari,” ujar Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Gorontalo, Rangga Putra Yuda kepada wartawan, Jumat (27/3).

Imigrasi sebagai pintu gerbang selalu mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selama menjalani karantina di Thailand, semua TKA mendapat surat rekomendasi riwayat kesehatan dari Thailand. Sehingga bisa memasuki wilayah Indonesia.

“Hingga kini kita membatasi pengajuan visa dari luar, ataupun paspor dari WNI. Kecuali untuk keperluan mendesak,” katanya.

BACA  WHO Yakin Pandemi Covid-19 Lebih Cepat Berakhir daripada Flu Spanyol

Seperti diketahui, awal februari 2020, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan Pemerintah Indonesia untuk sementara melarang pendatang dari China untuk masuk dan transit di Indonesia.

Tak hanya itu, mereka yang telah tinggal di China selama 14 hari juga dilarang untuk masuk ke tanah air. Kebijakan lainnya, di bidang perhubungan, pemerintah secara resmi menutup penerbangan dari dan ke China mulai 5 Februari 2020.

Pemerintah juga menghentikan sementara fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga negara China. Ketentuan itu, seperti pada pasal 2,  Permenkumham nomor 7 tahun 2020, yakni Pemberian bebas Visa kunjungan dan Visa kunjungan saat kedatangan dihentikan sementara bagi Orang Asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Republik Rakyat Tiongkok dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Negara Republik Indonesia. (gp/hg)


Komentar