Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Jawaban Polisi Terkait Penjemputan Petani Sawit Boalemo

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 3 September 2022 | 10:05 Tag: , , , ,
  Tangkapan layar video pernyataan dari Petani Sawit Boalemo. (Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Beredarnya kabar bahwa telah menjemput paksa empat petani sawit di Desa Pangeya, Wonosari, Boalemo, pada Jumat, (02/09/2022) menuai respon polisi. Jawaban yang diterima bahwa polisi hanya memfasilitasi para petani ke Polsek setempat untuk dimintai keterangan.

Kapolres Boalemo AKBP Deddy Herman, S.I.K, melalui Kasat Reskrim IPTU Saiful Kamal, S.T.K.,S.I.K, akhirnya angkat bicara menampik kabar tersebut. Sebelumnya kata dia, bahwa benar pihaknya sedang menangani laporan dari pihak perusahaan sawit (PT. AAS) perihal dugaan pengrusakan di kebun sawit.

“Nah, para terlapor ini kita undang dalam penyidikan perkara, tapi mangkir. Makanya kita fasilitasi. Kita berinisiatif mengunjungi rumah mereka. Di satu sisi, ada surat yang ingin kita antar juga. Agar efektif, pemeriksaan dilakukan di Polsek Wonosari,” katanya.

Dikatakan IPTU Saiful Kamal, para petani terkait juga sebenarnya mau dan kooperatif, ingin memenuhi panggilan penyidik. Hanya saja, diduga ada oknum yang berupaya menghalang-halangi proses hukum. Oknum tersebut diduga menghalang-halangi petani terkait, supaya tidak memenuhi panggilan Polisi.

“Jadi tidak ada penjemputan paksa. Mereka datang karena juga mau diajak. Dan kami menyesuaikan prosedur saja. Sekarang kan semuanya sudah kami antar kembali di rumahnya masing-masing, jemput antar,” kata IPTU Saiful Kamal.

IPTU Saiful Kamal menambahkan, soal mobil perusahaan yang digunakan untuk menjemput, karena pihak perusahaan ingin masalah ini segera selesai, prosesnya lancar. Maklum, medan yang ditempuh cukup sulit. Makanya dipinjamkan mobil oleh pihak perusahaan.

“Sebenarnya masalah ini sudah mengerucut, yang mana pihak perusahaan juga siap berdamai. Harusnya disini pihak-pihak berkompeten lainnya, juga hadir untuk mediasi, agar persoalan yang dikeluhkan petani dapat solusi,” ujarnya.

Terpisah, salah seorang petani yang dijemput, bernama Ridwan Idrus, menjelaskan, bilamana kedatangan pihaknya di Polsek Wonosari, adalah memang merupakan kemauan sendiri. Artinya, tak ada paksaan dari Polisi.

“Kami di sini ini kemauan sendiri, komandan (polisi) datang ke rumah karena bertanya sama kami. Kami ini mau atau tidak datang ke Polsek. Kalau tidak mau, komandan juga tidak memaksa. Komandan bilang tadi sama kami, kalau tidak mau, nanti tunggu panggilan ke Polres. Daripada kami jauh-jauh ke Polres, lebih baik kesini saja (Polsek Wonosari),” tutur Ridwan Idrus dalam rekaman video yang diperoleh awak media ini. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 567 times, 1 visits today)

Komentar