Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ini Kata Kapolsek Tibawa Soal Mayat Oma yang Ditemukan Kemarin

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 18 Oktober 2017 | 15:19 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Kabut tipis masih menyelemuti wilayah Tibawa, ketika warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo dibuat gempar, Selasa (17/10) pukul 06.30 wita. Warga yang bersiap menjalankan aktivitas pagi langsung berbondong-bondong menuju ke jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR). Tepatnya sekitar 100 meter dari bundaran bandara Djalaluddin Gorontalo.

Para warga itu datang berbondong-bondong lantaran penasaran setelah tersiarnya kabar penemuan sesosok mayat perempuan misterius. Mayat yang belakangan diketahui bernama Hadijah (65) asal Kelurahan Panasakan, Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah itu ditemukan dalam kondisi mengapung di saluran irigasi Desa Datahu. Saat kali pertama ditemukan, perempuan yang mengenakan setelah sweater biru merah dan celana hitam itu dalam posisi telentang.

Mayat Hadijah kali pertama ditemukan Seti Sahi, warga Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Ketika itu, Seti baru saja mengantar anaknya ke MTs Tibawa menggunakan sepeda motor.

Dalam perjalanan menuju ke rumah, perempuan berusia 34 tahun itu berniat memeriksa sawah miliknya. Setelah memarkir sepeda motor di pinggir jalan GORR, Seti lantas turun ke arah sawah. Saat hendak menyeberang irigasi, Seti langsung dibuat syok. Pasalnya di tengah saluran irigasi selebar 1 meter itu mengapung sesosok mayat.

“Saya langsung lari ke rumah Ti Ayah (Kepala Desa,red). Saya takut sekali,” ujar Seti yang ditemui di lokasi kejadian. Keberadaan mayat Hadijah yang mengapung di saluran air itu langsung merebak. Warga pun lantas berbondong-bondong menuju ke lokasi dan kemudian melapor ke Polsek Tibawa.

Tak lama berselang, petugas Polsek Tibawa bersama Babinsa serta Puskesmas Tibawa tiba di lokasi. Jasad Hadijah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tibawa untuk dilakukan pemeriksaan/visum.

Petugas medis Puskesmas Tibawa Suharto Akase yang dikonfirmasi menjelaskan, saat ditemukan jasad korban mengeluarkan darah dan terdapat lebam di beberapa bagian wajah. Namun Suharto belum bisa memastikan bila Hadijah mengalami kekerasan atau terkena benda tumpul.

“Saya belum bisa memastikan kalau korban mengalami kekerasan, karena kami hanya melakukan pemeriksaan awal,” ujar Suharto. Lebih lanjut Suharto mengatakan, bila dilihat dari kondisi yang masih mengeluarkan darah, ditengarai Hadijah belum lama meregang nyawa.

“Dia masih mengeluarkan darah segar dari mulut, telinga dan hidung. Ada kemungkinan belum sehari meninggal,” ungkap Suharto. Kapolsek Tibawa Harisno Pakaja yang ditemui Gorontalo Post juga belum bisa memastikan adanya unsur tindak pidana. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Gorontalo sehingga tim identifikasi forensik sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami belum bisa memastikan penyebab. Sejauh ini sudah dilakukan olah TKP, kita tunggu saja hasilnya,” kata Harisno. Terpisah, Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto melalui Kasat Reskrim Rhemi Bheladona mengaku, pihaknya sudah mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) untuk dilakukan otopsi.

“Sudah kami bawa. Kami juga mendatangkan tim dari Makassar untuk diotopsi besok (hari ini,red),” kata Rhemmi. Hingga berita ini dilansir pukul 22.00 wita, Sat Reskrim Polres Gorontalo masih menyelidiki dan mengumpulkan informasi tentang Hadijah. Termasuk dugaan bila perempuan paro baya itu merupakan korban penganiayaan.

“Kami juga masih menggali informasi kepada masyarakat desa di lokasi kejadian dan tidak menutup kemungkinan ada keluarga korban didesa itu. Kami juga belum bisa sepenuhnya memastikan, Intinya masih dalam proses lebih lanjut,” tutup Rhemmi. (tr-56/tr-57/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar